Logo Bloomberg Technoz

Strategi Forward30 Jadi Penopang Pertumbuhan

Dengan fondasi bisnis yang dinilai kuat, CIMB Niaga melanjutkan strategi Forward30 dengan menyasar sejumlah area pertumbuhan utama. Fokus tersebut mencakup pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan CASA, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan hubungan dengan nasabah.

Lani mengatakan strategi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital. Pendekatan itu menjadi bagian dari upaya bank untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Dengan fondasi yang kuat tersebut, kami akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama. Kami akan terus mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas, memperkuat penghimpunan dana murah (CASA), mendiversifikasi sumber pendapatan, serta mempererat hubungan dengan nasabah melalui layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital. Sejalan dengan purpose kami, yaitu Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat," tambah Lani.

Dari sisi permodalan dan likuiditas, CIMB Niaga mempertahankan posisi yang solid. Capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 23,5%, sedangkan loan to deposit ratio (LDR) berada di level 90,4%. Total aset konsolidasian mencapai Rp382 triliun per 30 Juni 2026, atau tumbuh 6,7% YoY.

Pertumbuhan juga terlihat pada penghimpunan dana. Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 2,8% YoY menjadi Rp269,3 triliun. Rasio CASA pun naik menjadi 71,7%, mencerminkan peningkatan kontribusi dana murah dalam struktur pendanaan bank.

Dari sisi penyaluran kredit, segmen korporasi menjadi pendorong utama. Kredit perbankan korporasi tumbuh 13,8% YoY. Sementara itu, perbankan komersial tumbuh 4,6%, usaha kecil dan menengah 2,9%, serta perbankan konsumer 0,1%.

Kredit retail juga memperoleh dukungan dari Kredit Pemilikan Mobil yang tumbuh 4,7% YoY. Pertumbuhan tersebut menunjukkan penyaluran pembiayaan tetap berlangsung di sejumlah segmen utama meskipun bank tetap menjaga kualitas aset.

CIMB Niaga Syariah Pertahankan Posisi

Pada bisnis syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah mempertahankan posisi sebagai UUS terbesar di Indonesia. Hingga 30 Juni 2026, total pembiayaan CIMB Niaga Syariah mencapai Rp54 triliun dengan DPK sebesar Rp50,9 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan syariah terutama didukung momentum pada segmen ritel. Bank juga terus memperkuat struktur pendanaan melalui perluasan jaringan komunitas dan peningkatan kontribusi dana murah.

Selain kinerja bisnis, aspek keberlanjutan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan CIMB Niaga. Pada semester I 2026, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp66 triliun atau setara 26,7% dari total outstanding pembiayaan.

Pembiayaan tersebut disalurkan ke sejumlah sektor, termasuk energi terbarukan, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta sustainability-linked financing. CIMB Niaga juga memperkuat penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebagai kerangka identifikasi dan klasifikasi aktivitas pembiayaan berkelanjutan.

"Penanganan perubahan iklim memerlukan komitmen jangka panjang dan aksi kolektif yang konsisten. Di CIMB Niaga, kami terus mempercepat agenda dekarbonisasi melalui pengurangan jejak operasional serta perluasan pembiayaan berkelanjutan guna mendukung transisi yang inklusif dan berkeadilan menuju ekonomi rendah karbon. Sejalan dengan upaya tersebut, kami juga berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menciptakan nilai jangka panjang bagi generasi mendatang," imbuh Lani.

Digitalisasi Dorong Transaksi Nasabah

Digitalisasi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan CIMB Niaga. Lebih dari 90% transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital, termasuk OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay.

Bank terus mengembangkan integrasi antara kanal digital dan fisik melalui konsep Digital Branch dan Digital Hub. Hingga 30 Juni 2026, CIMB Niaga mengoperasikan 38 Digital Branch dan 28 Digital Hub di berbagai wilayah Indonesia.

Platform OCTO menjadi bagian penting dari ekosistem digital CIMB Niaga. Melalui platform tersebut, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari transfer BI-FAST, pembayaran QRIS domestik dan lintas negara, pengisian saldo e-wallet, hingga pembayaran berbagai tagihan.

OCTO juga memperluas layanan pengelolaan kekayaan melalui #GetWealthSoon. Nasabah dapat mengakses reksa dana, Surat Berharga Negara ritel, obligasi pasar sekunder, hingga layanan jual beli emas dalam satu platform.

Peningkatan minat terhadap investasi turut tercermin dari transaksi melalui OCTO. Pada semester I 2026, transaksi reksa dana tumbuh 48% YoY, sedangkan transaksi obligasi melonjak 112% YoY.

Adopsi transaksi digital lainnya juga meningkat. Transaksi QRIS melalui OCTO tumbuh 65% YoY, sementara pembukaan rekening pertama melalui OCTO meningkat 89% YoY.

Untuk nasabah bisnis, CIMB Niaga menyediakan OCTOBIZ dengan berbagai layanan perbankan digital, termasuk pembayaran massal, pembayaran pajak, transaksi valuta asing secara daring, serta pengelolaan jadwal pembayaran.

CIMB Niaga juga memperluas layanan pengelolaan kekayaan melalui CIMB Private Wealth. Layanan yang diluncurkan pada awal 2026 tersebut ditujukan bagi individu dengan total dana kelolaan mulai dari Rp5 miliar.

Layanan tersebut menawarkan solusi pengelolaan kekayaan yang terintegrasi melalui tiga pilar, yakni True Experiences, True Value, dan True Access. Nasabah memperoleh pendampingan Wealth Partner, akses terhadap solusi investasi dan pembiayaan, serta kapabilitas regional CIMB Group.

"Melalui peluncuran CIMB Private Wealth, kami berkomitmen mendampingi nasabah dalam setiap tahap perjalanan pengelolaan kekayaannya. Dengan dukungan solusi yang komprehensif, layanan konsultasi yang personal, serta akses ke kapabilitas regional CIMB Group, kami ingin menjadi mitra tepercaya dalam membantu nasabah menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan kepada generasi berikutnya. Hal ini sejalan dengan purpose kami untuk Advancing Customers & Society," ujar Lani.

Hingga 30 Juni 2026, layanan CIMB Niaga didukung 11.164 karyawan secara konsolidasi, 383 kantor cabang dan jaringan, 2.123 ATM, serta 506.806 EDC, QR, dan e-Commerce yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Kinerja tersebut turut diikuti berbagai penghargaan sepanjang semester pertama 2026. CIMB Niaga menerima sejumlah apresiasi di bidang perbankan digital, layanan nasabah, pembiayaan berkelanjutan, perbankan UKM, komunikasi, hingga sumber daya manusia.

Penghargaan tersebut antara lain Best SME Bank Indonesia 2026 dari Euromoney, Indonesia Best Green Financing Bank of The Year dari Asian Banking & Finance, serta Digital Consumer Banking Initiative of the Year dari Asian Banking & Finance.

Dengan kombinasi pertumbuhan kredit dan CASA, penguatan kualitas aset, ekspansi layanan digital, serta peningkatan pembiayaan berkelanjutan, CIMB Niaga memasuki paruh kedua 2026 dengan fokus mempertahankan pertumbuhan yang berkualitas.

Strategi tersebut menjadi bagian dari agenda jangka panjang bank untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus memperluas nilai yang diberikan kepada nasabah, pemegang saham, dan masyarakat.

(tim)

No more pages