Logo Bloomberg Technoz

Aturan tersebut didorong oleh kekhawatiran atas dampak media sosial terhadap anak-anak. Walau puluhan negara telah memberlakukan larangan serupa atau sedang mempertimbangkan pembatasan serupa setelah langkah yang diambil Australia, banyak anak-anak Australia telah menemukan cara untuk mengatasinya atau sekadar belum terdeteksi dalam pemeriksaan usia.

Sebuah laporan bulan lalu yang dikeluarkan oleh badan pengatur keamanan daring Australia, yang dikenal sebagai eSafety, menyebutkan bahwa larangan tersebut hanya menyebabkan penurunan yang sangat kecil dalam jumlah pengguna di bawah umur selama tiga bulan pertama sejak diberlakukan.

Laporan tersebut menemukan bahwa proporsi pengguna berusia di bawah 16 tahun yang melaporkan menggunakan platform media sosial pada bulan Maret adalah 81,5%, turun dari 85,9% sebelum undang-undang tersebut mulai berlaku.

“Alasan utama anak-anak masih memiliki akun media sosial yang dibatasi usia setelah tiga bulan tampaknya adalah implementasi langkah-langkah verifikasi usia yang tidak efektif,” kata eSafety.

Sekitar 38% anak berusia 10 hingga 15 tahun yang memiliki akun di Instagram mengatakan alasan mereka masih menggunakan platform tersebut adalah karena platform tersebut belum meminta mereka untuk memverifikasi usia mereka, demikian menurut laporan tersebut. Untuk Facebook, angkanya sekitar 28%. Anak-anak yang menggunakan platform lain melaporkan angka yang serupa.

Juru bicara Meta tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai berapa banyak anak di bawah usia 16 tahun yang diyakini masih memiliki akun Instagram atau Facebook di Australia, maupun mengenai temuan laporan eSafety.

Komisaris eSafety tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai pembaruan dari Meta.

(bbn)

No more pages