Logo Bloomberg Technoz

Drone berukuran lebih kecil yang tidak memiliki kemampuan terkait keamanan nasional akan dikenai tarif 25%. Tarif ini akan berlaku dalam 180 hari.

Pengumuman tersebut dapat berdampak besar terhadap pasar drone China dan meningkatkan tekanan terhadap negara tersebut menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

China merupakan produsen kendaraan udara kendali jarak jauh terbesar di dunia. DJI Technologies yang berbasis di Shenzhen menguasai sekitar 70% pasar drone komersial AS hingga tahun lalu.

Pengumuman ini menyusul langkah-langkah lain yang ditujukan untuk membatasi dominasi China dalam teknologi canggih. Langkah tersebut termasuk pembatasan Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission/FCC) terhadap impor sejumlah drone buatan asing, termasuk model-model baru DJI, serta larangan yang lebih baru terhadap sejumlah robot dan inverter listrik buatan asing. Kebijakan tersebut memicu tindakan balasan dari Kementerian Perdagangan China.

Keputusan pada Kamis ini juga menjadi langkah terbaru Trump untuk memberlakukan tarif setelah Mahkamah Agung pada Februari memutuskan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya dengan menggunakan kekuatan darurat federal untuk memberlakukan tarif global secara luas.

Tarif drone tersebut menggunakan kewenangan berdasarkan Pasal 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962 (Trade Expansion Act 1962), yang mewajibkan penyelidikan sebelum pembatasan impor dapat diberlakukan dengan alasan keamanan nasional. Trump telah menggunakan kewenangan yang sama untuk mengenakan tarif terhadap sejumlah barang, termasuk baja dan aluminium, tembaga setengah jadi, serta mobil dan suku cadang kendaraan. Penyelidikan terhadap robotika dan turbin angin berdasarkan kewenangan Pasal 232 masih berlangsung.

Tarif drone dari sejumlah negara yang telah mencapai kesepakatan dagang dengan Trump akan ditetapkan sebesar 15%, selama seluruh perangkat keras dan teknologi berasal dari negara-negara tersebut dan AS.

Negara dan kawasan yang termasuk dalam ketentuan tersebut adalah Uni Eropa, Jepang, Swiss, dan Taiwan. Sementara itu, drone dan komponen asal Inggris akan dikenai tarif 10%.

Saham produsen drone AS AeroVironment Inc dan Aevex Corp, serta perusahaan komponen drone Unusual Machines Inc, melonjak dalam perdagangan setelah jam bursa menyusul pengumuman tersebut.

(bbn)

No more pages