Pada One UI 9, fitur tersebut dapat memberikan rekomendasi yang lebih beragam melalui keyboard maupun berbagai aplikasi.
Samsung juga memperbarui Photo Assist. Pengguna kini dapat memberikan instruksi pengeditan foto menggunakan perintah suara, kemudian AI akan melakukan perubahan sesuai instruksi tersebut. Fitur ini menambah opsi selain penggunaan prompt berbasis teks.
Untuk pengguna yang sering membuat konten video, terdapat My FanCam. Fitur ini memungkinkan pengguna memilih seseorang dalam video yang sudah direkam, kemudian sistem akan secara otomatis membingkai ulang video agar fokus pada orang tersebut tanpa perlu melakukan pemotongan secara manual.
Samsung juga memperbarui Now Brief, fitur yang memberikan rangkuman informasi mengenai aktivitas pengguna. Pada One UI 9, Now Brief mendapatkan tata letak yang lebih optimal dan personalisasi yang lebih luas.
Selain AI, One UI 9 membawa perubahan pada pengalaman menggunakan perangkat dengan layar besar dan perangkat lipat. Samsung meningkatkan dukungan Multi Window dengan kemampuan membagi layar menjadi dua atau tiga bagian sehingga pengguna dapat menjalankan dan berpindah antar-aplikasi dengan lebih mudah.
Pada Galaxy Z Flip8, One UI 9 juga membuat FlexWindow lebih fungsional. Pengguna dapat mengakses aplikasi, notifikasi, Quick Panel, serta mengatur widget langsung dari layar luar tanpa harus membuka perangkat.
Dari sisi personalisasi, Samsung memperluas opsi pengaturan Quick Panel. Pengguna dapat mengatur ulang kontrol, mengubah ukuran penggeser kecerahan dan volume, serta menyesuaikan tampilan pemutar media.
One UI 9 juga membawa peningkatan keamanan. Samsung menggunakan Personal Data Engine (PDE) untuk memproses data pribadi tertentu secara aman di perangkat. Data tersebut dilindungi melalui KEEP dan Knox Vault, sementara pengguna juga dapat menentukan apakah pemrosesan Galaxy AI dilakukan di perangkat atau melalui cloud.
Samsung turut menghadirkan Privacy Alerts yang menggunakan AI untuk mendeteksi aplikasi yang dianggap menggunakan lokasi secara berlebihan atau mencoba mengakses izin di latar belakang yang tidak diperlukan.
Samsung Browser juga menggunakan model machine learning untuk memperingatkan pengguna ketika hendak mengakses situs yang berpotensi berbahaya.
Untuk perangkat yang mendukungnya, One UI 9 juga memperluas pengalaman DeX, termasuk kemampuan mengatur jendela dengan sistem snap secara vertikal maupun horizontal.
Daftar HP dan Tablet Samsung yang Dapat One UI 9
Berdasarkan kebijakan pembaruan perangkat Samsung, komunikasi perusahaan, serta riwayat pembaruan perangkat, sejumlah Galaxy yang diperkirakan mendapatkan One UI 9 mencakup seri flagship hingga kelas menengah. SamMobile menegaskan daftar tersebut bukan daftar resmi Samsung dan dapat berubah seiring informasi baru.
Untuk Galaxy S Series, perangkat yang masuk daftar antara lain:
- Galaxy S26
- Galaxy S26+
- Galaxy S26 Ultra
- Galaxy S25 Series
- Galaxy S25 FE
- Galaxy S24 Series
- Galaxy S24 FE, serta
- Galaxy S23 Series
Untuk Galaxy Z Series:
- Galaxy Z TriFold
- Galaxy Z Fold7
- Galaxy Z Flip7
- Galaxy Z Flip7 FE
- Galaxy Z Fold6
- Galaxy Z Fold SE
- Galaxy Z Flip6
- Galaxy Z Fold5, dan
- Galaxy Z Flip5
Untuk Galaxy A Series:
- Galaxy A57
- Galaxy A37
- Galaxy A27
- Galaxy A17
- Galaxy A07
- Galaxy A56
- Galaxy A36
- Galaxy A26
- Galaxy A16
- Galaxy A06 5G
- Galaxy A55
- Galaxy A35
- Galaxy A25
- Galaxy A15
- Galaxy A54
- Galaxy A34, dan
- Galaxy A24
Pembaruan juga mencakup sejumlah perangkat
- Galaxy XCover, F, M, dan C
- XCover7, XCover7 Pro, F56, F36, F16, F06, F55, F34, F15, M56, M16, M06, M55, M55s, M35, M15, M54, M34, serta C55
Tablet Samsung yang juga berhak:
- Galaxy Tab S11 Series
- Galaxy Tab S10 Series
- Galaxy Tab S10 FE Series
- Galaxy Tab S10 Lite
- Galaxy Tab S9 Series
- Galaxy Tab S9 FE Series
- Galaxy Tab S6 Lite 2024
- Galaxy Tab Active5 Series, serta
- Galaxy Tab A11+
- Galaxy Tab A11 dan
- Galaxy Tab A9 (2025)
Samsung menyebut ketersediaan sejumlah fitur Galaxy AI dapat berbeda berdasarkan model perangkat, bahasa, dan wilayah. Untuk pengguna Indonesia, Samsung mencatat Now Nudge sudah mendukung bahasa Indonesia, sementara Photo Assist mendukung 41 bahasa termasuk bahasa Indonesia per Juli 2026.
(fik/wep)





























