“China secara konsisten melakukan uji peluncuran rudal balistik antarbenua dengan cara yang aman, terstandar, dan bertanggung jawab,” kata Wakil Perwakilan Tetap China untuk PBB di Jenewa Li Chijiang dalam konferensi yang sama, menurut laporan media pemerintah China Central Television.
“China telah memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada AS dan negara-negara lain serta mengambil langkah-langkah yang hati-hati dan wajar untuk memastikan uji peluncuran tersebut tidak merugikan kepentingan negara mana pun—sepenuhnya menunjukkan itikad baik dan pendekatan China yang bertanggung jawab,” tambahnya.
AS merupakan salah satu dari 41 negara yang menandatangani pernyataan untuk memberikan pemberitahuan sebelumnya terkait peluncuran semacam itu. Washington kembali menegaskan bahwa aktivitas “uji coba rudal baru-baru ini di kawasan Pasifik tidak mengikuti praktik standar yang diterapkan sebagian besar negara.”
Secara lebih luas, AS telah mendesak China untuk meningkatkan transparansi terkait perkembangan persenjataan nuklirnya serta berupaya membangun lebih banyak mekanisme pengamanan antara kedua negara berkekuatan nuklir tersebut.
China tampaknya meningkatkan produksi rudalnya pada tahun lalu dengan laju tertinggi sejak Xi Jinping menjabat sebagai presiden pada 2013, menurut analisis Bloomberg yang diterbitkan pada Mei.
Washington dan Beijing saat ini tengah berupaya menjaga persiapan kunjungan kerja Xi ke AS pada bulan September mendatang agar tetap berjalan sesuai rencana, kendati babak baru pembatasan perdagangan dan teknologi kembali meregangkan gencatan ketegangan yang rapuh di antara kedua negara.
(bbn)





























