Logo Bloomberg Technoz

Jika perkiraan awal itu terealisasi, biaya kapal-kapal tersebut bahkan akan melampaui US$13,2 miliar yang dihabiskan untuk USS Gerald Ford, kapal induk termahal yang pernah dibangun AS.

Kapal utama dari kelas kapal perang baru juga secara historis menelan biaya jauh lebih besar dari rencana. Kapal Ford, misalnya, mengalami pembengkakan biaya hampir US$3 miliar dari perkiraan harga awalnya.

Gedung Putih belum segera menanggapi permintaan komentar mengenai perkiraan biaya terbaru untuk armada kapal perang tersebut.

Program kapal perang Trump ini sangat lekat dengan sang presiden sehingga kemungkinan menjadi salah satu program pertahanan utama yang menjadi sasaran pembatalan jika Partai Republik kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dalam pemilu sela November. Program yang berlangsung selama puluhan tahun itu akan semakin berisiko jika seorang kandidat Partai Demokrat terpilih sebagai presiden pada 2028.

Senator Jeff Merkley, anggota Partai Demokrat paling senior di Komite Anggaran Senat yang meminta CBO melakukan kajian tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “ketika keluarga-keluarga kesulitan membeli kebutuhan pangan, bensin, layanan kesehatan, dan penitipan anak, Kongres tidak boleh menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk Golden Fleet milik Trump, termasuk menempelkan namanya di kapal perang baru.”

Meski demikian, berdasarkan spesifikasi saat ini—yang mencakup rudal hipersonik, rudal jelajah berujung hulu ledak nuklir, dan senjata laser—kapal perang tersebut “akan menambah daya tembak yang signifikan bagi armada Angkatan Laut,” kata CBO.

Pembangunan kapal perang tersebut akan menjadi rumit karena menggunakan tenaga nuklir. Tidak satu pun dari dua galangan kapal utama pembuat kapal perang permukaan Angkatan Laut AS—Bath Iron Works Corp yang berbasis di Maine maupun Ingalls Shipbuilding Inc di Mississippi—“telah disertifikasi oleh Angkatan Laut untuk melakukan pekerjaan terkait tenaga nuklir dalam pembangunan kapal,” kata lembaga pengawas tersebut.

Meskipun “banyak galangan kapal—terutama Bath dan Ingalls—akan terlibat dalam pembangunan bagian dan modul kapal perang,” pejabat senior Angkatan Laut baru-baru ini mengatakan kepada Kongres bahwa perakitan akhir akan dilakukan oleh Newport News Shipbuilding Inc yang berbasis di Virginia, menurut CBO.

Galangan tersebut merupakan satu-satunya fasilitas pembangunan baru yang “telah tersertifikasi untuk mengerjakan kapal permukaan bertenaga nuklir,” kata CBO. Lembaga itu menyebut perakitan akhir akan dilakukan di Dock 12 milik galangan tersebut, yang saat ini digunakan untuk membangun kapal induk kelas Ford.

Pada saat yang sama, CBO memperingatkan Newport News Shipbuilding saat ini sudah mengalami keterlambatan dalam pembangunan tiga kapal induk. Karena itu, “penambahan perakitan akhir kapal perang bertenaga nuklir ke dalam beban kerja galangan tersebut dapat memperpanjang keterlambatan program-program tersebut, selain menunda pembangunan kapal perang itu sendiri.”

(bbn)

No more pages