Setelah itu, Iksan sempat menjabat sebagai EOR Specialist di Pertamina EP pada 2018. Kemudian, Iksan berkarier di PT Yosindo Jaya Raya sebagai Business Analyst and Sales Manager pada Juli 2020 hingga Juli 2022.
Pada periode Maret 2022 hingga Mei 2023, ia menjabat sebagai Senior Industry Analyst di DTec Industries. Kemudian menjadi Chief Executive Officer Orvala Analytics Advisory Academy pada Juli 2022 hingga Juni 2023.
Selanjutnya, Iksan menjabat sebagai Manager Strategic Partnerships di Tennet Depository Indonesia pada Juni 2023 hingga November 2024.
Lemigas Bisa Dijabat Non-PNS
Sekadar informasi, saat ini Kepala Lemigas dapat diduduki oleh tenaga profesional di luar pegawai negeri sipil (PNS).
Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 10/2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lemigas.
Beleid baru yang diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tersebut merevisi Permen ESDM No. 5/2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lemigas. Terdapat dua pasal yang direvisi, yakni Pasal 23 dan Pasal 24.
Pasal 23 disisipkan satu ketentuan yang menegaskan Kepala Lemigas dapat dijabat oleh tenaga profesional non-PNS.
“Kepala sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) juga dapat dijabat oleh tenaga profesional nonpegawai negeri sipil sesuai kebutuhan,” bunyi Pasal 23 Ayat (4).
Impor Minyak Rusia
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan Lemigas bakal memiliki kewenangan untuk melakukan impor komoditas migas; termasuk dalam mengeksekusi impor dari Rusia.
Tugas baru tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 26/2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau Liquified Petroleum Gas untuk Ketahanan Energi Nasional.
“Jadi, dari regulasi ini [Lemigas] bisa melakukan impor. Jadi kita akan mengoptimalkan penggunaan ini BLU yang ada di antaranya adalah Lemigas,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2026).
Yuliot mengungkapkan selama ini pengadaan komoditas migas bisa dilakukan oleh badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki izin seperti PT Pertamina (Persero), maupun badan usaha swasta yang memiliki izin.
Dia mengungkapkan Perpres baru tersebut memberikan kewenangan bagi BLU di bidang energi untuk melakukan impor komoditas migas.
Dilaporkan Bloomberg Technoz sebelumnya, minyak mentah asal Rusia jenis Eastern Siberia–Pacific Ocean (ESPO) terdeteksi telah memasuki Indonesia melalui Pelabuhan Lawe-Lawe usai diangkut melalui kapal tanker Sierra berbendera Kamerun.
Berdasarkan data Big Trade Data yang direkapitulasi Bloomberg, sebanyak 770.000 barel minyak telah dikirim ke pelabuhan di Kalimantan Timur tersebut pada 29 Juni 2026, dengan nilai sekitar US$75 juta.
Volume minyak mentah Rusia yang didatangkan Indonesia tersebut selaras dengan data BPS, sebab volume impor sekitar 103.669 ton jika dikonversi dengan memperhitungkan API gravity minyak ESPO sebesar 34° setara dengan sekitar 760.000–770.000 barel.
Untuk diketahui, Pelabuhan Lawe-Lawe merupakan salah satu pintu masuk crude ke Kilang Balikpapan. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) tercatat memiliki dua tangki penyimpanan minyak mentah di terminal Lawe-Lawe dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel.
Selain itu, PPN juga memiliki fasilitas single point mooring (SPM) dengan kapasitas 320.000 dead weight ton (dwt). Fasilitas SPM tersebut tersambung dengan pipa ke pelabuhan Lawe-Lawe dan dari pelabuhan tersebut menuju Kilang Balikpapan.
Berdasarkan pantauan data pelayaran Marine Traffic, tanker Sierra telah meninggalkan Lawe-Lawe pada 30 Juni 2026. Saat ini tanker tersebut sudah berada kembali ke area labuh jangkar di Pelabuhan Vladivostok, Rusia.
Kapal pengangkut minyak mentah tersebut tercatat terkena sanksi oleh sejumlah negara, antara lain, di antaranya: Inggris, Uni Eropa (UE), Kanada, Australia, Ukraina, hingga Selandia Baru.
(azr/ros)




























