Logo Bloomberg Technoz

Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.077,9/troy ons. Bertambah 0,56% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini membuat harga emas genap menguat dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga terangkat 0,86% secara point-to-point.

Berita dari Timur Tengah menjadi sentimen positif bagi harga emas. Bloomberg News mengabarkan, kemungkinan akan ada kesepakatan sementara untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Pihak Qatar menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran terlihat positif mengenai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump juga sudah berdialog dengan Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani untuk menurunkan eskalasi perang.

Upaya menuju perdamaian di Timur Tengah membuat harga minyak anjlok. Kemarin, harga minyak jenis brent melorot 5,26% ke US$ 79,36/barel.

Apabila harga energi bisa lebih terkendali, maka dunia bisa terhindar dari ancaman inflasi tinggi. Bank sentral di berbagai negara pun menjadi bisa lebih menahan diri, belum perlu menaikkan suku bunga acuan secara agresif.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages