Logo Bloomberg Technoz

Pasok Duri

Adapun, menurutnya, kebutuhan gas bumi yang sangat besar untuk membakar boiler di Lapangan Duri yang saat ini dipasok dari Blok Corridor di Sumatra Selatan, dapat tergantikan jika pipa Dusem telah beroperasi penuh.

Gas bumi yang dialirkan melalui Pipa Dusem dibutuhkan sebagai bahan bakar utama pembentukan uap air pada proyek enhanced oil recovery (EOR) Duri Steam Flood di Blok Rokan. 

Metode injeksi uap ini sangat bergantung pada pasokan gas yang stabil dan bervolume besar untuk mencairkan minyak mentah berat (heavy oil) di dalam perut bumi agar dapat dipompa ke permukaan.

"Potensi lainnya bisa diperuntukkan juga untuk Duri Steam Flood, menggantikan gas dari Blok Corridor yang saat ini sudah mulai menurun," tutur Hadi.

Untuk diketahui, saat ini ladang gas di Blok Corridor di Sumatra Selatan tengah mengalami penurunan produksi alami (natural decline).

Lapangan-lapangan gas utama seperti Grissik dan Suban telah berproduksi secara intensif selama puluhan tahun. Penurunan tekanan reservoir secara alami membuat volume ekstraksi harian berkurang bertahap.

“Penurunannya [produksi] memang alami, jadi harus cari sumber gas lain untuk DSF,” tambahnya.

Adapun, selama pelaksanaan proyek, Hadi mengatakan tantangan terbesar adalah pembebasan tanah, terutama di titik-titik yang bakal dilewati Pipa Dusem. Namun, menurutnya, saat ini tantangan tersebut sudah berhasil dilalui.

"Tantangan terbesar adalah pembebasan tanah untuk RoW [right of way] pipa gas. Saya pikir bagian ini sudah terlewati. Medan yang berat, utamanya kalau sedang musim penghujan, ini selanjutnya harus dihadapi," terangnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan progres fisik proyek Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) Segmen 2 telah mencapai 32% hingga akhir Juli 2026.

“Progres lapangan untuk segmen 2 saat ini sudah menyentuh angka 32%. Tidak kalah penting, capaian ini diraih dengan mencatatkan 300.000 jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja, melibatkan sekitar 447 tenaga kerja yang terampil di lapangan,” ungkap Dirjen Migas Laode Sulaeman dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Laode juga mengatakan Proyek Strategis Nasional (PSN) migas ini ditargetkan selesai paling cepat pada selesai konstruksi pada akhir 2027 hingga awal 2028.

“Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem rencananya akan dibangun membentang dari Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas Duri sepanjang total kurang lebih 535,4 kilometer dan ditargetkan selesai konstruksi pada akhir 2027 hingga awal 2028,” katanya.

Adapun, pekerjaan transmisi pipa gas ini dibagi menjadi dua segmen dan dikerjakan secara paralel. Segmen 1 menghubungkan Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu dan Segmen 2 menghubungkan Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri.

Sementara itu, pipa transmisi gas bumi Dusem Segmen 2 yang membentang sepanjang 266,8 kilometer dipercayakan kepada konsorsium KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia.

Integrasi jaringan pipa gas bumi dari wilayah Sumatra Utara hingga Riau ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung pemerataan pasokan energi bersih bagi industri maupun masyarakat.

Adapun, berdasarkan data Kementerian ESDM, pembangunan proyek tersebut dimulai 6 Agustus 2024, dengan total investasi sebesar Rp2,7 triliun dan kumulatif jam kerja selama masa pelaksanaan konstruksi mencapai 4.659.090 jam.

Lebih lanjut, dalam 19 bulan pembangunan terdapat sejumlah pekerjaan yang berhasil dikerjakan a.l. pembangunan jalur pipa gas diameter 20 inci sepanjang 242 km; pengadaan gas compressor package di Stasiun ESDM Semarang.

Lalu, pengadaan pig launcher di stasiun ESDM Batang; pengadaan gas metering dan pig receiver di Stasiun Gas Kandanghaur Timur; dan pembangunan 16 unit line break control valve (LBCV).

Di sisi lain, serapan tenaga kerja maksimal pada masa puncak yakni periode Juni—Juli 2025 mencapai 1.981 orang dengan hasil self-assessment serapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 60,58%.

(smr/wdh)

No more pages