Selain mengikuti kegiatan belajar-mengajar, para siswa juga tinggal di asrama yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang proses pembelajaran dan pembentukan karakter.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya menampung 270 peserta didik, terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 120 siswa jenjang SMP, dan 120 siswa jenjang SMA, termasuk 98 siswa kelas XI.
Seluruh peserta didik diseleksi melalui skema Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bagian dari upaya menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu secara tepat sasaran.
Adapun proses belajar-mengajar didukung oleh 131 tenaga pendidik, yang terdiri dari 41 guru, 37 wali asuh, 10 wali asrama, dan 43 tenaga pendukung lainnya untuk mendampingi keseharian peserta didik di lingkungan asrama.
Sekadar catatan, program Sekolah Rakyat diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 lalu lewat peresmian 166 unit sekolah yang tersebar di 34 provinsi. Peluncuran awal dilakukan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, setelah sebelumnya mulai dirintis dan beroperasi secara bertahap sejak pertengahan tahun 2025.
Tahun ini anggaran yang disediakan untuk program tersebut senilai Rp24,9 triliun. Dengan perincian Rp20 triliun untuk pembangunan 200 lokasi dan Rp4,9 triliun untuk operasional.
(mfd/spt)




























