Para investor mencermati komposisi ekspor BYD untuk menilai ketahanan perusahaan terhadap hambatan perdagangan dan tarif yang semakin ketat di sejumlah pasar global. Kehadiran internasional BYD juga diperkuat oleh peluncuran berbagai model baru, termasuk versi setir kanan teknologi hibrida DM-i 5.0 pada seri Seal 6, jajaran Seal listrik terbaru untuk pasar Eropa, serta ekspansi yang banyak mendapat perhatian ke pasar mobil mungil kei car di Jepang melalui model listrik baru Racco.
Namun, ekspansi global BYD menghadapi risiko di Hungaria, yang menjadi pusat strategi manufaktur perusahaan di Eropa. Lokasi pembangunan pabrik andalannya di Szeged tengah menjadi sorotan terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan oleh sejumlah subkontraktor. Selain itu, pergantian pemerintahan di Budapest memicu penyelidikan terhadap besarnya subsidi negara, insentif pajak, dan pengecualian aturan lingkungan yang sebelumnya diberikan kepada BYD.
Perselisihan yang semakin memanas tersebut berdampak langsung pada jadwal ekspansi BYD. Produsen mobil itu baru-baru ini mengonfirmasi bahwa perakitan kendaraan di pabrik Szeged ditunda hingga kuartal IV 2026, atau sekitar satu tahun lebih lambat dibandingkan dengan target awalnya.
(bbn)































