Logo Bloomberg Technoz

Secara terpisah, CBS melaporkan bahwa AS tengah mempertimbangkan untuk menyerang infrastruktur energi Iran, termasuk kilang minyak dan pembangkit listrik. Jika dilakukan, langkah tersebut akan menjadi eskalasi besar dalam kampanye militernya. Menurut kelompok advokasi, pengeboman secara sengaja terhadap sasaran sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik menembus US$86 per barel dalam perdagangan setelah penutupan pasar pada Jumat menyusul laporan CBS tersebut.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt tidak secara langsung menanggapi laporan mengenai rencana serangan tersebut. Namun, dalam sebuah pernyataan ia mengatakan bahwa "Iran akan terus menanggung konsekuensinya sampai mereka bersedia kembali ke meja perundingan dengan cara yang menurut Presiden Trump benar-benar bermakna."

Trump memang kerap melontarkan ancaman eskalasi besar sebelum kemudian mengubah sikapnya. Di sisi lain, perang yang berlangsung telah menguras persediaan amunisi AS, terutama rudal pencegat pertahanan udara yang sangat penting untuk menghadapi serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer.

Konflik yang dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara besar-besaran oleh AS dan Israel juga memicu berbagai dampak yang tidak diinginkan. Iran dengan cepat menutup secara efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak, gas alam, dan pupuk dunia. Meski kekuatan militer Iran tidak sebanding dengan militer AS, serangan drone dan rudal Teheran terhadap negara-negara tetangga di Teluk Persia telah mengganggu aktivitas bisnis maupun kehidupan sehari-hari di kawasan tersebut.

Pekan ini, Mesir turut terdampak setelah dua kapal pengangkut gas alam cair (LNG) diserang drone di Pelabuhan Damietta.

Harga minyak terus melonjak setiap kali terjadi eskalasi konflik. Di Amerika Serikat, masyarakat yang sebelumnya sudah terbebani kenaikan harga pangan, perumahan, dan kebutuhan pokok lainnya kini juga harus menghadapi lonjakan harga bensin. Menjelang pemilu paruh waktu pada November, ketika kendali atas Kongres dipertaruhkan, berbagai jajak pendapat menunjukkan mayoritas pemilih tidak puas terhadap penanganan perang maupun kondisi ekonomi oleh Trump.

Sebelumnya pada Jumat, Trump mengatakan kepada wartawan dalam rapat di kompleks peristirahatan kepresidenan Camp David, Maryland, bahwa dirinya "mulai kehilangan kepercayaan kepada mereka karena mereka memang berbohong dan memberikan informasi yang menyesatkan."

"Dan pada akhirnya mereka akan mengatakan bahwa mereka sudah tidak sanggup lagi," tambahnya.

Kepercayaan antara kedua pihak tampaknya berada di titik terendah. Para pemimpin Iran turut menanggapi keluhan terbaru Trump dengan menuduh Amerika Serikat telah mengingkari komitmen dan tidak dapat dipercaya.

(bbn)

No more pages