Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, Yuliot menyatakan pengurusan administrasi pengembangan PLTP Sarulla ditargetkan rampung Oktober 2026.

Setelah itu, lanjut dia, revitalisasi PLTP Sarulla diharapkan dapat dimulai paling lambat pada 2027–2028.

“Jadi ini yang pertama dari sisi administrasi kita akan selesaikan sampai dengan Oktober 2026 ini. Ya selesai urusan administrasinya, tahun 2027, 2028 ini kita kejar untuk peningkatan kapasitas produksi,” ucap Yuliot.

Sekadar informasi, Sarulla Operations Ltd (SOL) merupakan usaha patungan atau konsorsium milik Medco Power, INPEX Corporation, Ormat International Inc, ITOCHU Corporation, dan Kyushu Electric Power Co. 

PLTP Sarulla berlokasi di Tapanuli, Sumatera Utara, dengan kapasitas terpasang 330 MW (3x110 MW). Total investasi PLTP Sarulla mencapai US$1,7 miliar. 

Listrik yang dihasilkan dari PLTP Sarulla dijual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dalam jangka waktu 30 tahun.

Amandemen kedua dari kontrak penjualan energi dan joint operation contract (JOC) antara SOL, PLN, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) ditandatangani pada 4 April 2013. 

Unit pertama PLTP Sarulla mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2017, unit kedua dioperasikan pada Oktober 2017, dan unit ketiga dioperasikan pada Mei 2018.

(azr/ros)

No more pages