Bursa Saham Asia Menguat di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
News
29 July 2026 08:45

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah melonjak setelah pertempuran kembali pecah di Timur Tengah, mengakhiri jeda ketenangan selama beberapa hari dan memicu kembali kekhawatiran atas gangguan pasokan energi. Di sisi lain, bursa saham di kawasan Asia mencatatkan penguatan.
Minyak jenis Brent melonjak 3,4% ke kisaran US$87 per barel, menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut, setelah militer AS menyatakan berhasil mencegat upaya serangan mendadak dari Iran terhadap pasukan yang ditempatkan di Timur Tengah. Ketenangan selama beberapa hari sebelumnya sempat membuat acuan minyak mentah global tersebut mencatatkan penurunan tiga harian terbesar sejak April 2020.
Di tempat lain, saham-saham di Korea Selatan menguat sekitar 2%, dengan SK Hynix Inc menjadi salah satu penopang utama kenaikan setelah laba kuartalannya melonjak 557%. Indeks MSCI Asia Pasifik yang lebih luas terangkat 0,7%.
Kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 sempat merosot hingga 0,6% setelah serangan terjadi, sebelum akhirnya berbalik menguat. Sebelumnya, aksi jual pada saham-saham pembuat cip sempat menempatkan indeks acuan tersebut di ambang koreksi teknis karena para investor melepas saham raksasa chip demi beralih ke sektor industri yang lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi.

































