Di sisi lain, mayoritas saham unggulan lainnya mengalami tekanan jual yang signifikan, membuat IHSG sulit untuk bangkit.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan pelemahan ini termasuk kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global imbas ketegangan di Timur Tengah yang enggan mereda, kegelisahan terhadap kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, risiko mengalami penurunan kelas menjadi Frontier Market oleh MSCI, serta ketidakpastian kebijakan pemerintah menyoal kondisi fiskal.
Terpelesetnya indeks LQ45 mencerminkan sikap kehati–hatian dalam mengambil keputusan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan hanya segelintir saham yang masih mampu mencetak pertumbuhan, investor dinilai masih menunggu sinyal pemulihan yang lebih jelas terhadap perubahan sentimen pasar.
(fad/aji)






























