Trunp menjadikan tingginya biaya obat-obatan sebagai pemicu utama kecemasan masyarakat atas keterjangkauan harga jelang pemilihan umum sela 2026 pada akhir tahun ini. Ia telah lama mengeluhkan selisih harga yang dibayar konsumen di AS dibandingkan pasar luar negeri, dan berulang kali berupaya memangkas kesenjangan tersebut. Pemerintahannya belakangan ini juga meluncurkan platform penjualan obat diskon langsung ke konsumen yang diberi nama TrumpRX.
Kendati demikian, belum jelas bagaimana memaksa perusahaan memproduksi lebih banyak obat di AS dapat membantu menurunkan harga, mengingat lebih murahnya biaya tenaga kerja serta produksi di pusat-pusat industri farmasi mapan seperti India. Berbeda dari pembuat obat inovatif yang dilindungi paten, produsen obat generik bersaing ketat pada harga yang murah, sehingga jauh lebih sulit bagi mereka untuk menyerap beban tarif impor.
Memindahkan produksi ke AS akan menghilangkan keunggulan biaya yang dimiliki produsen obat generik luar negeri dibanding pembuat obat bermerek, sehingga memaksa mereka untuk menaikkan harga atau menarik diri dari pasar, ungkap Nathan Gray, Senior Research Fellow di Institute for International Trade, Adelaide University, Australia.
“Keputusan ini akan berdampak pada berkurangnya akses terhadap obat-obatan generik di AS karena mereka tidak akan mampu membuatnya tetap terjangkau,” ujar Gray. “Langkah ini akan mendorong harga menjadi lebih tinggi, kemungkinan besar mengurangi persaingan, dan memaksa konsumen harus memilih obat bermerek tanpa memiliki alternatif obat generik di pasar AS.”
(bbn)
































