Logo Bloomberg Technoz

Konsumsi rumah tangga, yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, memang sedang melambat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli turun ke titik terendah dalam sembilan bulan. Sementara penjualan ritel turun rata-rata 4% per bulan sepanjang kuartal II-2026.

Suryaputra Wijaksana, Analis Kay Hian Sekuritas, menandang konsumsi rumah tangga mengalami tekanan pada kuartal II-2026 akibat perlambatan di pasar tenaga kerja, inflasi tinggi, dan dampak kenaikan BI Rate yang sudah mencapai 100 bps sepanjang tahun ini. Kay Hian memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 melambat menjadi tipis di atas 5%.

Saham Sensitif Suku Bunga

Lantas bagaimana gerak saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga?

Per pukul 14:37 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,26% ke 6.323,43. Koreksi IHSG datang setelah terjadi kenaikan selama sembilan hari beruntun. Selama sembilan hari tersebut, terjadi lompatan hampir 8%.

“Momentum bullish masih terjaga, tetapi setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir, risiko profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai,” sebut riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS).

Saham-saham perbankan, yang sensitif terhadap suku bunga, juga sepertinya mengikuti arah IHSG secara keseluruhan. Kenaikan yang sudah lumayan tinggi membuat aksi jual menjadi marak sehingga harga turun.

Berikut perkembangan sejumlah saham perbankan Tanah Air pada pukul 14:39 WIB:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 1,12% ke Rp 4.430.

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 0,65% ke Rp 3.050.

  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 0,83% ke Rp 3.590.

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 1,15% ke Rp 6.450.

Sementara itu, saham-saham sektor properti juga rasanya ikut arah IHSG secara umum. Berikut perkembangan harga saham sejumlah emiten properti:

  • PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) melemah 1,6% ke Rp 123.

  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA) melemah 0,85% ke Rp 580.

  • PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melemah 2,14% ke Rp 137.

  • PT Sentul City Tbk (BKSL) melemah 1,39% ke Rp 71.

  • PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) melemah 2,88% ke Rp 505.

Sektor otomotif juga bisa dibilang sensitif terhadap suku bunga. Seperti halnya properti, kepemilikan otomotif atau kendaraan bermotor banyak menggunakan skema cicilan, yang besarannya mengikuti perkembangan suku bunga.

Berikut perkembangan harga sejumlah emiten otomotif:

  • PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melemah 0,75% ke Rp 2.640.

  • PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) melemah 0,28% ke Rp 1.755.

  • PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) melemah 0,64% ke Rp 780.

  • PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) melemah 1,55% ke Rp 4.400.

  • PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) melemah 0,45% ke Rp 1.100.

(aji)

No more pages