Menurut Perry, kebijakan ini merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan BI yang tetap konsisten untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global dan mempertahankan inflasi 2026 dan 2027 berada dalam kisaran sasaran 2,5% plus-minus 1%.
Sebelumnya, Survei yang dihimpun Bloomberg terhadap 34 ekonom dan analis menghasilkan konsensus bahwa BI akan kembali menaikkan BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Juli, yang hasilnya akan diumumkan esok hari, Rabu (22/7/2026).
Median proyeksi berada di 6%, mengindikasikan mayoritas pelaku pasar memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) dari posisi saat ini di 5,75%. Sebanyak 29 ekonom masuk dalam perhitungan utama, dengan rentang proyeksi yang relatif sempit yakni 5,75-6%. Ini mencerminkan tingkat keyakinan cukup tinggi terhadap arah kebijakan BI.
(lav)





























