Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, laporan tersebut mencatat jumlah lowongan kerja yang mensyaratkan kemampuan AI meningkat 380% pada kuartal I-2026 dibandingkan kuartal I-2024. 

Sementara itu, total lowongan pekerjaan teknologi secara keseluruhan juga tumbuh 23% secara tahunan, sedangkan lowongan yang membutuhkan keterampilan AI melonjak 192% pada periode Mei 2025 hingga Mei 2026.

Dice juga menemukan bahwa kebutuhan terhadap kemampuan AI tidak hanya muncul pada posisi AI Engineer.

Perusahaan kini mulai memasukkan keterampilan AI ke berbagai posisi lain seperti developer software, analisis data, keamanan siber atau cybersecurity, hingga infrastruktur teknologi.

Hal tersebut menunjukkan AI semakin dipandang sebagai pelengkap kompetensi teknis, bukan jalur karier yang berdiri sendiri.

Selain meningkatnya permintaan tenaga kerja yang memiliki kemampuan AI, laporan juga mencatat profesi di bidang AI dan machine learning menawarkan gaji median 22% lebih tinggi dibandingkan median gaji di pasar tenaga kerja teknologi secara keseluruhan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Fakta yang disajikan di atas menunjukkan perusahaan bersedia membayar lebih tinggi untuk talenta yang memiliki keahlian AI.

(fik/wep)

No more pages