Namun, eskalasi lebih lanjut antara AS dan Iran di Timur Tengah, serta kehati-hatian terkait apa yang sebenarnya akan diumumkan Trump mengenai tarif, menahan sentimen bullish.
Tahun lalu, Departemen Perdagangan AS merekomendasikan penerapan tarif impor tembaga olahan secara bertahap, dimulai dari 15% pada Januari 2027, tetapi usulan ini akan dievaluasi kembali pada akhir Juni tahun ini. Jika Trump tetap pada rencana tersebut, kemungkinan akan terjadi gelombang baru pengiriman ke AS.
Terlepas dari latar belakang yang tidak pasti, beberapa indikator menunjukkan pasar yang semakin panas. Premi impor di China telah melonjak ke level tertinggi sejak 2023 di US$115 per ton setelah gangguan pasokan besi tua domestik.
Sementara itu, jumlah waran yang dibatalkan di LME—pesanan untuk menarik logam dari gudang bursa—mencapai lebih dari 170.000 ton pada Selasa, dengan setidaknya sebagian di antaranya kemungkinan besar akan dikirim ke China.
Harga tembaga turun 0,4% menjadi US$13.825,50 per ton pada pukul 12.54 siang waktu Shanghai, memangkas kenaikan 1,9% pada Selasa. Logam-logam lainnya cenderung bergerak datar hingga menguat di LME.
(bbn)
































