Logo Bloomberg Technoz

Porsi yuan memang baru tercatat sekitar 4% dari total utang luar negeri (ULN) RI, dan tambahan utang dalam yuan memang belum sepenuhnya mengubah struktur ULN Indonesia secara drastis. Dolar AS juga masih mendominasi sekitar 61% dari total ULN, atau sekitar US$272,5 miliar. Akan tetapi, tren kenaikan ini bisa jadi sinyal bahwa eksposur pembiayaan Indonesia terhadap yuan mulai naik. 

Sebagai informasi, posisi ULN pada Mei 2026 mencapai US$444,4 miliar, meningkat 2,1% dari posisi periode sama tahun lalu di US$435,33 miliar. Jika menggunakan kurs JISDOR Selasa (14/7/2026), utang itu setara dengan Rp8.043,2 triliun.

Selama ini, volatilitas dolar dan imbal hasil obligasi AS kerap memengaruhi kenaikan biaya penerbitan surat utang Indonesia. Dengan terbukanya akses ke pasar obligasi China, pemerintah dapat memperoleh alternatif dana ketika kondisi pasar dolar sedang kurang kondusif seperti yang terjadi pada kuartal II-2026. 

Purbaya juga menyebut bahwa pemerintah China menyambut rencana penerbitan perdana Panda Bond oleh Indonesia. Menurut Purbaya, baik Kementerian Keuangan China maupun bank sentral PBOC menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung proses penerbitan surat utang tersebut.

Sebagai catatan, Panda Bond memperoleh peringkat AAA dari lembaga Pemeringkat China Lianhei Credit Rating pada awal Juli 2026. Lembaga tersebut memandang bahwa skala ekonomi Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan tahan terhadap guncangan eksternal.

Penyematan peringkat tersebut berbanding terbalik dengan peringkat yang diberikan oleh Moody's Ratings dan Fitch Ratings yang merevisi prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif, meskipun tetap mempertahankan peringkat kredit pada investment-grade

Selain Bank of China, penerbitan tersebut juga didukung oleh Joint Bookrunners yang terdiri atas ICBC, CITIC, CICC, dan DPS. Sementara itu, sejumlah institusi keuangan besar di China turut bergabung sebagai Co-Managers, yakni Agricultural Bank of China, China Construction Bank (CCB), Bank of Communications, China CITIC Bank, dan China Everbright Bank.

--- dengan asistensi Mis Fransiska Dewi

(dsp/aji)

No more pages