Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, saham-saham yang menjadi top laggards antara lain:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 8,87 poin.
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengurangi 5,57 poin.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,66 poin.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengurangi 4,4 poin.
  • PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengurangi 4,23 poin. 

Di level Asia, indeks saham utama bergerak variatif (mixed). Selain IHSG, koreksi dialami oleh Sensex (India), SETI (Thailand), KLCI (Malaysia), Hang Seng (Hong Kong), dan PSEI (Filipina).

Sementara di zona hijau ada Nikkei 225 (Jepang), Shanghai Composite (China), TAIEX (Taiwan), Kospi (Korea Selatan), dan Straits Times (Singapura).

Fokus investor sedang terpecah. Di satu sisi, ada kekhawatiran mengenai lonjakan harga minyak yang kembali terjadi seiring memanasnya suhu geopolitik di Timur Tengah. 

Siang ini, harga minyak jenis brent naik 1,34% ke US$ 92,27/barel pada pukul 12:09 WIB.

Namun di sisi lain, investor optimistis bahwa kinerja keuangan emiten masih solid. Ekspektasi bahwa laba masih akan tumbuh terjaga di benak pelaku pasar.

“Investor sedang membiasakan diri untuk hidup dengan harga minyak tinggi. Namun pertanyaannya, sampai kapan? Saat ini laporan keuangan yang solid menjadi penyelamat dan membantu mengalihkan perhatian dari kenaikan harga minyak,” tegas Tim Waterer, Chief Market Analyst di KCM Trade yang berbasis di Sydney (Australia), seperti diberitakan Bloomberg News.

- Dengan asistensi Dian SP -

(aji)

No more pages