"Jadi dalam tempo dua tahun, kalau itu bisa kita sukseskan program ini, Kampung Nelayan, maka dalam dua tahun nilai tukar nelayan dari 103 [secara tahunan] bisa 120 lebih, gitu," tuturnya.
Lebih jauh, Zulhas mengatakan bahwa pembangunan KNMP tak lain untuk memperkuat posisi daya tawar nelayan yang selama ini masih bergantung pada tengkulak lantaran tidak memiliki penyimpanan hasil tangkapan.
Sehingga, harapannya, lewat program ini, pemerintah dapat menyiapkan berbagai infrastruktur seperti balai lelang, cold storage, pabrik es, tambatan kapal hingga konektivitas dengan pasar. Dengan begitu, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah.
"Nah, jadi kalau dia bawa ikan banyak, ditawar murah-murah [sama] tengkulak, dia bisa enggak jual, ditaruh dulu di cold storage. Kalau enggak laku juga, koperasi beli. Kerja sama sama SPPG, gitu," harapnya.
Sejalan dengan hal ini, pihaknya pun akan mempercepat pengembangan program tersebut dengan target membangun 1.369 KNMP sepanjang 2026. Dia mencatat sebanyak 65 lokasi KNMP saat ini telah dibangun dan beroperasi.
"Nah, sekarang perintah Bapak Presiden, kita fokus, kita swasembada, bahkan ingin menjadi eksportir terbesar protein ikan, khususnya. Ikan, udang."
(prc/ros)































