Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, DSSA juga mengembangkan fasilitas manufaktur sel dan modul surya terintegrasi berkapasitas 1-2 gigawatt (GW) di Kendal lewat perusahaan patungan Trina Solar dan PLN.

Di sisi lain, pendapatan dari bisnis TV kabel, internet, teknologi diperkirakan meningkat dari US$211,8 juta pada tahun 2025 menjadi US$1,4 miliar pada 2030.

“Kombinasi antara pasokan listrik hijau dan konektivitas berlatensi rendah itu dinilai menjadi satu-satunya solusi di Indonesia yang mampu memenuhi komitmen carbon-free energy perusahaan hyperscaler pada 2030,” kata tim riset Pluang.

Dengan Axiata memiliki pengaruh operasional sehari-hari atas XLSmart, risiko transfer pricing antara entitas afiliasi DSSA dan perusahaan telekomunikasi tercatat tersebut dinilai lebih terkendali.

Selain itu, basis data milik DANA yang mencakup sekitar 200 juta pengguna disebut sebagai satu-satunya kumpulan data AI Indonesia yang lengkap, mencakup informasi pembayaran, lokasi, kredit, hingga pola belanja.

“Kami menilai bisnis-bisnis baru DSSA memiliki margin yang secara struktural lebih tinggi dan lebih stabil dibandingkan bisnis batu bara. Karena itu, kami memperkirakan margin laba bersih DSSA meningkat dari 8,3% pada FY25 menjadi 13,6% pada FY30F,” dikutip dari riset.

Tim riset Pluang memperkirakan XLSmart berubah dari beban laba sekitar Rp4,4 triliun pada 2025 akibat integrasi merger menjadi kontribusi positif sekitar Rp1,1 triliun pada 2027.

“Seiring terealisasinya sinergi penghematan biaya operasional sebesar Rp820 miliar,” dikutip dari riset.

Sementara itu, MyRepublic diperkirakan mencapai titik operating leverage pada FY30F ketika jaringannya menjangkau sekitar 32 juta home pass.

“Sehingga penambahan pelanggan baru dapat dilakukan dengan biaya infrastruktur yang nyaris nol,” dikutip dari riset.

Ekspansi Digital 

Sebelumnya, DSSA menyelesaikan akuisisi PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), perusahaan yang memiliki 24,57% saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). 

Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya mengatakan, akuisisi BMT menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat bisnis telekomunikasi sekaligus membangun ekosistem infrastruktur digital dan teknologi.

“DSSA memperoleh kepemilikan tidak langsung di EXCL melalui BMT, sekaligus memperkuat posisi DSSA dalam memperluas kapabilitas perseroan di sektor telekomunikasi, sekaligus memperkuat fondasi ekosistem digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan jangka panjang,” kata Presiden Direktur DSSA L. Krisnan Cahya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Krisnan menyebut, pertumbuhan ekonomi digital, meningkatnya penetrasi internet, serta akselerasi transformasi digital di berbagai sektor telah mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang makin terintegrasi, andal, dan berkapasitas tinggi. 

Sementara itu, kinerja bisnis infrastruktur digital dan teknologi perseroan tercatat positif pada kuartal I 2026. Segmen ini membukukan pendapatan usaha sebesar US$69,1 juta, melonjak 50% dibandingkan US$46,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan itu didorong oleh penguatan kapabilitas konektivitas digital nasional setelah PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) bergabung menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic).

Melalui entitas tersebut, DSSA kini memiliki jaringan fiber optic backbone dan access sepanjang lebih dari 166 ribu kilometer. Infrastruktur itu menjangkau lebih dari 12,7 juta homepass, melayani lebih dari 2 juta pelanggan ritel, serta lebih dari 17 ribu pelanggan bisnis di Indonesia.

Penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui pengembangan bisnis pusat data.

Melalui PT SMPlus Digital Investama (SM+), DSSA memperluas kapasitas data center nasional seiring meningkatnya kebutuhan layanan cloud, komputasi berkinerja tinggi, dan kecerdasan buatan (AI). 

Adapun, perseroan saat ini tengah menyelesaikan pembangunan flagship data center Jakarta SMX01 yang telah memasuki tahap topping off pada Mei 2026.

Tak hanya itu, SM+ juga mengembangkan 25 Edge Data Center guna mendukung komputasi berlatensi rendah dan pemrosesan data secara real time bagi sektor telekomunikasi, bisnis, maupun AI.

Perseroan turut membentuk PT Brilian Teknologi Sejahtera melalui kemitraan strategis dengan iFLYTEK untuk menghadirkan solusi berbasis machine learning dan ekosistem AI bagi berbagai sektor industri.

(naw)

No more pages