Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan utang jangka pendek itu dilakukan seiring dengan posisi arus kas perseroan yang makin memburuk. Kas dan setara kas menguap hampir 60% menjadi sisa Rp1,17 triliun.

Sementara itu, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi perseroan minus Rp1,45 triliun, melebar hampir dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu sekitar Rp716 miliar.

Konsekuensinya, beban keuangan perseroan yang didalamnya ikut menghitung beban bunga naik 29,6% menjadi Rp1,04 triliun. Sementara itu, laba kotor perusahaan susut ke level Rp760,76 miliar.

Sampai periode yang berakhir Juni 2026, total liabilitas PTPP mencapai Rp38,98 triliun berbanding dengan total ekuitas Rp4,37 triliun. Dengan demikian, rasio liabilitas terhadap ekuitas konsolidasian sekitar 8,9 kali.

Perhitungan Laba

Belakangan, PTPP mencatat laba bersih sekitar Rp193,46 miliar naik dari posisi periode yang sama tahun lalu sekitar Rp65,24 miliar.

Sementara itu, kepentingan non pengendali pada entitas investasi lainnya justru mencatat rugi mencapai Rp176,09 miliar. Posisi rugi kepentingan non pengendali itu melonjak 1.159% dari posisi rugi semester I-2025 sekitar Rp13,98 miliar.

Sebagian rugi kepentingan non pengendali itu berasal dari kepemilikan minoritas pada PT Centurion Perkasa Iman (32,18%), PT PP Properti Tbk (35,04%), PT PP Semarang Demak (24,9%). Selain itu, rugi yang signifikan turut dicatat PT PP Presisi Tbk (23,01%).

Secara konsolidasi, laba bersih tahun berjalan PTPP sebesar Rp17,36 miliar, merosot dari posisi periode yang sama tahun lalu sekitar Rp51,26 miliar.

Koreksi laba bersih konsolidasi itu sejalan dengan susutnya laba kotor perseroan ke level Rp760,76 miliar, turun 17,5% dari posisi tahun lalu sekitar Rp922,13 miliar.

Dari lantai bursa, saham PTPP menguat 2,78% ke level Rp222 per saham pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/7/2026). Hanya saja, saham PTPP telah merosot 46,38% sejak awal tahun ini.

(naw)

No more pages