Logo Bloomberg Technoz

Hubungan kedua negara kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Manila kini bertindak makin vokal menyuarakan penentangannya atas klaim wilayah China di Laut China Selatan, mempererat kemitraan dengan Jepang, serta memberi sinyal kesediaan untuk terlibat jika terjadi konflik di Taiwan.

Manila juga berencana menjajaki pembahasan perbatasan laut dengan Jepang, sebuah langkah yang makin memicu kemarahan Beijing.

Di sisi lain, China telah menjatuhkan sanksi kepada Menteri Pertahanan Filipina pada bulan lalu atas apa yang mereka sebut sebagai pernyataan yang merusak hubungan bilateral kedua negara.

Pekan lalu, Filipina juga melayangkan protes keras atas video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) buatan media pemerintah China yang dinilai "sangat menghina", meski Beijing mengklaim video tersebut tidak mewakili sikap resmi pemerintahnya. Sepanjang tahun ini, Manila juga berulang kali menyoroti peringatan 10 tahun kemenangannya dalam sengketa klaim Laut China Selatan di pengadilan arbitrase internasional, yang hingga kini konsisten ditolak oleh Beijing.

Kendati demikian, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. sebelumnya memberi sinyal keterbukaan untuk membuka kembali pembicaraan dengan Beijing terkait proyek minyak dan gas bersama di area bersengketa di Laut China Selatan, setelah Perang Iran mengganggu kelancaran pasokan energi dunia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang turut hadir dalam rangkaian acara ASEAN tersebut, menyatakan niatnya untuk bertemu dengan Marcos dalam kunjungan pertamanya ke Manila dalam jabatan barunya saat ini. Ia juga mengaku terbuka untuk bertemu dengan Wang Yi selama berada di Manila, meski belum ada jadwal yang difinalisasi. Filipina sendiri merupakan sekutu dekat AS di Asia, di mana kedua negara terus memperkuat kerja sama pertahanan dalam beberapa tahun terakhir.

(bbn)

No more pages