Prabowo juga sempat memperingatkan mantan petinggi BUMNyang tidak mengelola perusahaan dengan baik, maka harus bersiap untuk segera dijemput oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Peringatan tersebut diungkapkan Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.
Sebelum mengungkapkan itu, Prabowo mengungkapkan telah membentuk sovereign wealth funds (SWF) Danantara untuk menkonsolidasi aset sekitar 1.040 perusahaan pelat merah.
“Kita telah bentuk dana sovereign wealth funds saya talah menghimpun semua dalam satu pengelolaan yang nilainya US$1 triliun, lengkapnya US$1.040 miliar. Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan, bayangkan gak? Siapa yg bisa manage 1000 perusahaan?,” kata Prabowo dalam kesempatan itu.
“Ini akal akalan pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus tanggung jawab, siap-siap kau dipanggil kejaksaan karena mereka ngejek Prabowo cuma bisa ngomong di podium. Ohya? Tunggu aja di pengadilan saya hanya takut dengan rakyat indonesia dan tuhan yang maha besar,” ungkap dia.
Prabowo menegaskan ancaman yang diberikan bukan hanya pernyataan belaka, dia memastikan Kejagung bakal menindak petinggi BUMN yang melakukan praktik culas.
Kepala Negara juga mengaku miris jika melihat terdapat tokoh yang harus menjadi tersangka di kasus tindak pisana korupsi, terlebih ketika mereka mengenakan rompi orange dengan tangan terborgol.
“Saya paling kasihan kalau ada tokoh kawan yang diborgol pake baju apa itu? Baju orange ya? Pake warna orange kasian anak istrinya. Sekarang ini sudahlah saudara-saudara macam-macam aja digital apa susah,” tegas Kepala Negara.
(azr/lav)






















