Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, ia menyayangkan Indonesia yang merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia tidak mengirimkan perwakilan tingkat pemerintah.

"Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai luntur karena Indonesia takut atau sungkan terhadap Amerika? Has "Fear" become a factor in Indonesian foreign policy?" tekannya. 

Di sisi lain, Dino juga menilai absennya delegasi resmi Indonesia bisa jadi disebabkan persoalan tata kelola pengambilan keputusan di internal pemerintah, bukan semata-mata pertimbangan politik luar negeri.

Sebab, kata dia, pemerintah setidaknya masih dapat mengirimkan pejabat setingkat wakil menteri luar negeri sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan baik Indonesia dan Iran yang telah terjalin selama ini.

Dia juga berpendapat kehadiran delegasi Indonesia seharusnya dapat menjadi wujud implementasi politik luar negeri bebas aktif sekaligus menunjukkan hubungan persahabatan antara Jakarta dan Teheran.

"Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif, kita bersembunyi. Please remember: bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan."

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang telah menyatakan bahwa Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat yang akan menghadiri upacara pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

"Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran," jelas Yvonne dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (4/7/2026).

Dia menuturkan bahwa pada 4 Juli pagi waktu Teheran, Dubes RI telah hadir dalam acara penghormatan tersebut dan melakukan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla Teheran. 

"Pemerintah RI menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas undangan Pemerintah Iran untuk hadir dalam rangkaian acara penghormatan kepada Almarhum Ayatullah Khamenei," tuturnya. 

(prc/ros)

No more pages