Sementara itu, Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan menilai TPIA masih menghadapi tantangan karena tengah memasuki fase transformasi pascaakuisisi Aster. Menurutnya, keberhasilan perseroan mengintegrasikan aset hasil akuisisi serta mengoptimalkan operasional akan menjadi faktor penting di tengah siklus industri petrokimia global yang masih berada dalam fase lemah.
Andreas menjelaskan transformasi tersebut tidak hanya mencakup integrasi aset kilang dan petrokimia di Singapura, tetapi juga optimalisasi berbagai fasilitas baru untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas. Dengan kata lain, keberhasilan strategi tersebut akan sangat menentukan kemampuan TPIA dalam mempertahankan pertumbuhan laba pada periode mendatang.
"Keberhasilan mengintegrasikan dan mengoptimalkan aset-aset tersebut akan menjadi kunci untuk memperkuat basis pendapatan dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang," kata Andreas dalam risetnya.
Meski demikian, Sucor tetap berpandangan positif terhadap prospek jangka panjang TPIA. Berakhirnya overhang akibat divestasi SCG dinilai meningkatkan likuiditas saham melalui kenaikan free float, sementara posisi kas perusahaan yang kuat memberikan fleksibilitas untuk menangkap peluang ekspansi ketika siklus industri petrokimia mulai pulih.
Sucor memberikan rekomendasi buy saham TPIA dengan target harga Rp6.200/saham.
(dhf)






























