Untuk kebijakan domestik, Harry menilai pasar membutuhkan langkah yang mampu meningkatkan kepercayaan investor. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang dinilai kredibel akan menjadi salah satu faktor penting untuk mengembalikan minat pelaku pasar.
Senada, Analis Panin Sekuritas, Zaidan menilai lesunya nilai transaksi juga dipengaruhi oleh perhatian investor yang terpecah ke sejumlah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Di sisi lain, pelaku pasar masih cenderung konservatif karena sentimen makro domestik belum cukup akomodatif serta keputusan klasifikasi pasar dari MSCI yang masih ditunda.
“Karena kombinasi ramainya IPO dan sikap konservatif pasar seiring sentimen makro domestik yang belum akomodatif, serta ditundanya keputusan MSCI," kata Zaidan.
Meski demikian, ia menilai penguatan IHSG pada perdagangan hari ini mengindikasikan mulai adanya aksi akumulasi pada saham-saham yang sebelumnya mengalami koreksi cukup tajam.
Ke depan, Zaidan menilai pasar masih membutuhkan katalis baru untuk mendorong peningkatan likuiditas transaksi. Dalam jangka pendek, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah kebijakan pemerintah bersama DPR serta keputusan terkait paket stimulus ekonomi semester II-2026.
"Saat ini katalis memang masih minim. Rilis data makro masih relatif kurang baik, tetapi beberapa rilis Pemerintah-DPR serta keputusan paket stimulus semester II-2026 bisa menjadi penopang agar market tidak terkoreksi lebih dalam," kata Zaidan.
(cpa/naw)






























