Logo Bloomberg Technoz

Seperti, won Korea Selatan tertekan akibat aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor, setelah meningkatnya kekhawatiran bahwa reli sektor kecerdasan buatan (AI) dianggap berlangsung terlalu cepat, dan memicu risiko kelebihan kapasitas. Sentimen itu mendorong arus keluar dari aset Korea Selatan dan membebani pergerakan won. 

Sementara itu, Indonesia mencatat defisit neraca dagang sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026 memperburuk prospek aset berdenominasi rupiah. Ini merupakan defisit pertama sejak April 2020.  

Di sisi lain, kinerja perdagangan yang melemah dengan ekspor yang tercatat turun 5,73% secara tahunan menjadi US$23,2 miliar.

Meski lebih tinggi dari angka konsensus ekonom dan analis, Samuel Sekuritas menilai kinerja ini dapat memberikan tekanan tambahan terhadap neraca transaksi berjalan (current account), maupun neraca pembayaran (balance of payments) pada kuartal II.

"Terutama jika pelemahan ekspor berlanjut sementara permintaan impor tetap tinggi," sebut Samuel Sekuritas dalam catatannya. 

(dsp/aji)

No more pages