Harga emas akhirnya naik usai mengalami penurunan dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga terpangkas hampir 2%.
Jadi, sepertinya investor menilai harga emas sudah ‘murah’. Aksi ‘serok’ di bawah alias bargain hunting membuat harga emas berhasil terkerek ke zona hijau.
Selain itu, kabar baik bagi harga emas juga datang dari pernyataan Kevin Warsh, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Dalam sebuah forum kebanksentralan di Sintra (Portugal), Warsh menyebut bahwa risiko inflasi di Negeri Paman Sam sudah mereda dalam beberapa pekan terakhir.
“Ekspektasi inflasi dalam empat minggu ini sudah turun, risiko inflasi sudah turun,” kata Warsh, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Komentar Warsh yang tidak terlampau hawkish itu menjadi sentimen positif bagi harga emas. Sebab, masih ada peluang The Fed jadi tidak akan terlalu agresif dalam melakukan pengetatan kebijakan moneter.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
“Komentar Warsh membantu harga emas. Awalnya investor memperkirakan Warsh akan lebih hawkish,” kata Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.
(aji)

























