Morgan Stanley juga memperingatkan potensi kelebihan pasokan minyak karena arus pengiriman melalui Selat Hormuz pulih lebih cepat dari perkiraan, sementara produksi minyak AS tetap tinggi dan permintaan dari China melemah. Bank tersebut bahkan memangkas proyeksi harga minyaknya untuk kedua kalinya dalam sekitar dua pekan terakhir.
Pasar juga menghadapi lonjakan pasokan minyak dari berbagai sumber lainnya. Iran menyatakan telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak sejak AS mencabut blokade angkatan lautnya. Di saat yang sama, pengiriman minyak Rusia melonjak ke rekor tertinggi sehingga memicu penumpukan pasokan minyak di laut.
Iran kembali menegaskan tekadnya untuk mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa sejumlah isu krusial, termasuk program nuklir Iran dan situasi di Lebanon, masih belum terselesaikan dan berpotensi menyulitkan pembahasan selama masa gencatan senjata 60 hari.
Pergerakan harga:
- WTI untuk pengiriman Agustus naik 0,6% menjadi US$69,93 per barel pada pukul 06.51 waktu Singapura.
- Brent untuk kontrak pengiriman September ditutup turun 0,3% ke level US$72,92 per barel.
(bbn)


























