Logo Bloomberg Technoz

Jaringan tersebut memanfaatkan akun publik dengan jangkauan luas sebagai media promosi, lantaran dinilai lebih efektif menjangkau pengguna sekaligus lebih sulit dikenali oleh sistem moderasi platform.

Mereka juga menggunakan momentum tingginya perhatian masyarakat terhadap penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 untuk meningkatkan penyebaran konten promosi.

Alexander menjelaskan, para pelaku terus mengubah kata kunci, tagar, hingga pola penyebaran spam guna menghindari deteksi otomatis dari platform digital.

Sebagai respons, Kemkomdigi memperkuat koordinasi dengan berbagai penyelenggara platform digital, khususnya Meta, untuk meningkatkan efektivitas penanganan konten bermuatan judi online.

Selain itu, kementerian juga bekerja sama dengan Kepolisian RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna mempercepat penindakan terhadap jaringan pelaku.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengakses, membagikan, maupun berinteraksi dengan promosi judi online atau judol,” tutup Alexander.

(mef/wep)

No more pages