Logo Bloomberg Technoz

Buruh Sambut Harga Gas Industri Turun, Selamatkan 55.000 Pekerja

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 June 2026 19:40

Seorang pekerja memeriksa meteran gas selama perawatan rutin di stasiun reduksi Pantano, yang dioperasikan oleh Italgas SpA./Bloomberg-Alessia P.
Seorang pekerja memeriksa meteran gas selama perawatan rutin di stasiun reduksi Pantano, yang dioperasikan oleh Italgas SpA./Bloomberg-Alessia P.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyambut keputusan pemerintah menurunkan harga gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) hasil regasifikasi yang disalurkan melalui pipa menjadi US$13 million british thermal unit (MMBtu), dari US$20–US$23 per MMBtu.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena We menyatakan kebijakan tersebut mencegah terjadinya gelombang pemutusan hak kerja (PHK), yang sebelumnya berpotensi dialami oleh 55.000 buruh yang bekerja di sektor industri penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

"Karena dampak besar kenaikan harga gas industri yang sangat-sangat luar biasa itu, mengancam langsung anggota kami. Khususnya KSPSI Pimpinan Andi Gani Indonesia, setelah kami hitung 55.000 [buruh] yang akan terdampak PHK," kata Andi dalam konferensi pers di DPP KSPSI, Senin (29/6/2026).


KSPSI, kata Andi, sebelumnya mencatat potensi ancaman PHK terhadap sekitar 55.000 buruh apabila harga gas industri tidak segera diturunkan. Dia menyebut kondisi kenaikan harga gas telah menyebabkan PHK di PT Granito Keramik.

Andi menyatakan 447 buruh di PT Granito Keramik telah terdampak PHK gegara operasional perusahaan terdampak kenaikan harga gas industri.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena We dalam konferensi pers di DPP KSPSI, Senin (29/6/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)