Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Offshore Bertahan, Aliran Dana ke SBN Jadi Penopang

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 June 2026 08:40

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) pada Selasa (30/6/2026) berada dalam posisi stabil, dengan perubahan 0,02% menjadi Rp17.891/US$ dari posisi penutupan kemarin di Rp17.887/US$. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama masih bertahan di kisaran 101,18 pada sesi pagi 07.30 WIB. Penguatan dolar AS yang persisten masih menyebabkan beragamnya pergerakan mata uang Asia. 

Pergerakan mata uang Asia pada Selasa (30/6/2026). (Bloomberg)

Dari zona merah, won Korea Selatan melemah bersama baht Thailand, yen Jepang, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong.


Pelemahan won telah menyentuh level psikologis KRW1.500/US$, di tengah derasnya aksi jual investor asing di pasar saham Korea Selatan. 

Para analis menilai arah pergerakan won pada paruh kedua tahun ini akan sangat ditentukan oleh beberapa faktor utama. Pertama, apakah tekanan jual dari investor asing mulai mereda.