Logo Bloomberg Technoz

Sementara yield obligasi valas (INDON) tenor 10 tahun juga tercatat turun 0,9 bps ke 5,36%, disusul tenor 7 tahun turun 0,9 bps ke 5,06%. Turunnya yield di pasar INDON mengindikasikan minat investor terhadap aset di Indonesia masih terjaga. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan yield SUN tenor acuan 10 tahun berpeluang menlanjutkan tren penurunan menuju kisaran 7,05%-7,15% pada perdagangan hari ini. Dia menyebut prospek tersebut didukung oleh rencana Kementerian Keuangan untuk kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan.

Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan likuiditas di sistem keuangan. Dengan kondisi itu, bank tak perlu bersaing terlalu agresif menawarkan bunga simpanan yang tinggi untuk menarik dana masyarakat. 

Kala sektor perbankan punya dana yang cukup, maka kebutuhan untuk menawarkan suku bunga simpnanan yang tinggi ikut berkurang. Hal ini mendorong investor mengalihkan dananya ke obligasi pemerintah, sehingga permintaan SBN ikut terkerek, dan yield cenderung menurun. 

Untuk diketahui, pekan lalu Kementerian Keuangan berencana meningkatkan penempatan dana pemerintah di bank-bank Himbara. Meski Kementerian Keuangan belum merinci secara pasti, penempatan tersebut diperkirakan bertambah sekitar Rp75 triliun hingga Rp100 triliun dari alokasi sebelumnya, sehingga total dana yang ditempatkan berpotensi mencapai sekitar Rp300 triliun. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas di sektor perbankan dan memperkuat kapasitas intermediasi perbankan, dan memperkecil risiko perlambatan pertumbuhan kredit. 

(dsp/aji)

No more pages