Logo Bloomberg Technoz

Polemik HGBT, RI Diimbau Bikin Badan Agregator Suplai & Harga Gas

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 June 2026 08:40

Sistem kompresor gas di jalur pipa gas Williams Transco di Houston, Texas, AS./Bloomberg-Antranik Tavitian
Sistem kompresor gas di jalur pipa gas Williams Transco di Houston, Texas, AS./Bloomberg-Antranik Tavitian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri minyak dan gas (migas) menyarankan pemerintah membentuk badan agregator gas yang berperan sebagai pembeli gas dari berbagai sumber dan mengelolanya untuk disalurkan ke industri.

Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai agregator tersebut dapat bertindak sebagai badan penyangga tunggal, yang mengelola dan memformulasikan harga gas dari berbagai sumber.

Dia menyarankan badan tersebut bertugas menyerap gas dari berbagai sumber yang memiliki harga bervariasi, lalu disatukan dan harganya dihitung secara rata-rata untuk disalurkan ke industri.


“Pembentukan agregator gas berfungsi memutus rantai harga tinggi dengan cara bertindak sebagai badan penyangga tunggal atau terpusat. Hasilnya, pelaku industri nasional akan mendapatkan level harga yang jauh lebih kompetitif dan lebih dapat diprediksi,” kata Pri Agung melalui pesan singkat, Senin (29/6/2026).

Fasilitas transmisi gas bumi Cirebon—Semarang (Cisem) tahap 2 di Onshore Receiving Facility (ORF) Batang, Jawa Tengah. (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Pri Agung menyebut kenaikan harga gas industri program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dipengaruhi penurunan produksi gas pipa di wilayah Jawa Barat dan Sumatra.