Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas juga mencatat tekanan jual masih mendominasi perdagangan akhir pekan sehingga memperpanjang pelemahan IHSG secara mingguan.

"Dalam sepekan ini IHSG mengalami pelemahan sebesar 4,55%. Sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat tipis 0,03%, sementara sektor bahan baku menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni 5%," tulis Pilarmas dalam risetnya.

Menurut Pilarmas, pelemahan sektor bahan baku menjadi salah satu pemberat utama indeks, sementara penguatan terbatas saham-saham perbankan belum mampu mengimbangi tekanan jual yang terjadi di sektor lainnya.

Adapun, pelaku pasar pada pekan depan diperkirakan akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, mulai dari indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, hingga inflasi yang berpotensi menjadi katalis bagi arah pergerakan IHSG selanjutnya.

Saham Global

S&P 500 pada perdagangan terakhir bursa AS relatif tidak berubah meski para trader terus memantau perusahaan-perusahaan produsen chip.  Sebagian besar sahamnya naik karena tanda-tanda ketahanan ekonomi memicu spekulasi bahwa perusahaan-perusahaan Amerika akan terus melaju, seperti dilaporkan Bloomberg News.

Di sisi lain terdapat aksi buyback perusahaan semikonduktor setelah lonjakan yang membuat kelompok ini berada di jalur untuk mencatatkan kuartal terbaik sepanjang masa. Harga minyak global terpantau turun.

“Sentimen investor semakin pesimistis di tengah aksi jual di sektor teknologi dan rotasi yang tajam, tetapi pasar secara umum menunjukkan gambaran yang berbeda,” kata Mark Hackett dari Nationwide.

“Alih-alih menjadi awal dari penurunan besar-besaran, ini lebih terlihat seperti periode konsolidasi di balik permukaan.”

Pergerakan indeks S&P 500 utama di Amerika.

Secara umum Hackett menyampaikan bahwa fundamental perdagangan tetap mendukung, dengan konsumen yang masih berbelanja, perusahaan yang berinvestasi, dan ekspektasi laba yang terus meningkat. Walau gejolak di sektor teknologi bisa membuat gelisah, Hackett mengatakan periode seperti ini sering kali menjadi landasan bagi fase berikutnya dari pasar bullish.

Fluktuasi tajam pada saham-saham teknologi dalam beberapa hari terakhir telah menegaskan betapa cepatnya optimisme seputar kecerdasan buatan (AI) berganti menjadi kekhawatiran terkait valuasi. 

Walau ada pandangan dominan bahwa tren perdagangan AI belum berakhir, gagasan bahwa harga akan terus naik secara linier tampaknya semakin memudar dari hari ke hari.

(wep)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone