Sebaliknya, harga saham preferen tersebut anjlok menjadi sekitar US$75 dari harga emisi US$100, sehingga mendorong kerugian di atas kertas yang besar bagi para investor yang membeli instrumen yang dipasarkan sebagai cara yang lebih aman untuk mendapatkan eksposur terhadap strategi Bitcoin Strategy.
Selaras menghilangnya pembeli, imbal hasil sekuritas tersebut melonjak, sehingga merusak kepercayaan terhadap sarana pendanaan yang dirancang untuk menjaga roda penggerak Bitcoin Strategy tetap berputar.
“Perilaku Strategy yang tidak stabil terus membuat pasar cemas, mengingatkan kembali pada peristiwa-peristiwa krisis besar lainnya yang pernah dialami pasar,” kata Alex Blume, pendiri dan CEO Two Prime—perusahaan pengelola aset yang berfokus pada Bitcoin—dalam sebuah pesan.
Saham preferen ini lebih dari sekadar sekuritas penghasil pendapatan biasa. Saham ini telah menjadi salah satu sarana pendanaan utama yang mendukung strategi akumulasi Bitcoin Strategy.
Jika investor hanya bersedia membeli sekuritas tersebut dengan harga yang sangat rendah — atau bahkan tidak sama sekali — biaya modal perusahaan akan meningkat, sehingga mengancam salah satu sumber permintaan Bitcoin yang terbesar dan paling konsisten.
Perwakilan Strategy belum segera menanggapi permintaan komentar.
Produk seperti STRC merupakan bagian dari generasi baru sekuritas yang terkait dengan kripto yang menjanjikan untuk membungkus aset digital yang sangat fluktuatif ke dalam investasi penghasil pendapatan yang lebih familiar. Bagi banyak investor, produk-produk ini mewakili langkah selanjutnya dalam pematangan kripto: rekayasa keuangan yang dirancang untuk membuat aset spekulatif dapat diterima oleh khalayak yang lebih luas.
“Penyebab aksi jual Bitcoin adalah kelemahan siklus, namun pemicunya adalah tergerusnya kredibilitas strategi Strategy,” kata Andreja Cobeljic, kepala perdagangan derivatif di Amina Bank.
Pergerakan harga baru-baru ini menunjukkan bahwa argumen-argumen tersebut mulai runtuh. Berbeda dengan obligasi korporasi tradisional, STRC tidak memiliki tanggal jatuh tempo, tidak memiliki hak atas kepemilikan Bitcoin Strategy, dan dividennya dapat dikurangi atau ditangguhkan sesuai kebijaksanaan dewan direksi.
Risiko struktural tersebut mungkin belum sepenuhnya dipahami saat sekuritas tersebut dipasarkan kepada investor, kata Cobeljic. Peringkat kredit B- yang dimiliki perusahaan tersebut menegaskan sifat spekulatifnya, urai dia.
Dalam konferensi telepon setelah rilis hasil kuartal kedua tahun lalu, Saylor mengatakan bahwa investor sebaiknya memandang sekuritas tersebut sebagai rekening tabungan berbunga tinggi yang memberikan bunga dua kali lipat dari tingkat normal, jika Anda memahami dan percaya pada Bitcoin. Investor ritel membeli sekitar 80% dari sekuritas tersebut, demikian kata Saylor.
Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah Strategy mengumumkan penjualan 32 Bitcoin pada awal Juni, yang merupakan penjualan pertamanya sejak 2022.
Walau jumlahnya tidak signifikan dibandingkan dengan kepemilikan perusahaan, transaksi tersebut menantang janji lama Saylor untuk tidak pernah menjual Bitcoin, sehingga mendorong investor untuk mengevaluasi kembali asumsi yang mendasari model pembiayaan tersebut.
Implikasinya jauh melampaui satu perusahaan saja. Partisipasi investor ritel telah meredup, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar bersih hampir US$3 miliar pada bulan Juni, dan banyak investor yang membeli setelah peluncuran dana tersebut masih mengalami kerugian. Hal ini membuat Bitcoin semakin bergantung pada sumber permintaan institusional, tepat pada saat kepercayaan terhadap salah satu mesin pendanaan terpentingnya mulai goyah.
Selama bertahun-tahun, Strategy telah menunjukkan bahwa Wall Street dapat menggunakan rekayasa keuangan untuk mengubah Bitcoin menjadi strategi akuisisi yang terus berkembang. Runtuhnya STRC kini menguji proposisi yang jauh lebih besar: apakah upaya kripto untuk menciptakan versi aset spekulatif yang lebih aman dan menghasilkan pendapatan dapat bertahan dalam pasar bearish yang berkepanjangan, atau apakah risikonya hanya dikemas ulang alih-alih dikurangi.
(bbn)






























