Logo Bloomberg Technoz

Bahlil: HGBT Naik Efek Lifting Turun, Ambil Gas dari Maluku—Papua

Azura Yumna Ramadani Purnama
26 June 2026 09:50

Gas alam cair (Dok: Bloomberg)
Gas alam cair (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Tuban – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kenaikan harga gas untuk sektor industri tertentu terjadi akibat pasokan yang disalurkan dengan skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menurun, imbas produksi siap jual atau lifting gas bumi yang melandai.

Walhasil, industri yang mendapatkan harga gas pipa khusus melalui skema HGBT harus memanfaatkan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) yang berasal dari Maluku, Sulawesi, Papua, hingga Kalimantan.

LNG yang dilakukan regasifikasi tersebut memiliki harga yang lebih tinggi, dibandingkan dengan harga gas bumi.


“Karena terjadi penurunan lifting, kemudian kekurangannya itu diisi dengan LNG yang diambil dari Maluku, Sulawesi, Papua, dan Kalimantan. Itu yang membuat harga ada penyesuaian,” kata Bahlil usai peresmian Mini LNG Plant di Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026).

Bahlil menjelaskan pasokan LNG untuk pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah dalam kondisi aman.