Sistem digital terintegrasi tersebut dirancang untuk menyatukan data kementerian dan lembaga, sekaligus mengotomatisasi layanan publik, penyaluran bantuan sosial, dan penerimaan negara agar lebih efisien dan transparan.
"Teman-teman sekalian, tadi telah diselenggarakan satu forum mengenai kerja sama dalam penanganan pandemi, khususnya dalam konteks ASEAN. Saya kira Pak Budi Gunadi Sadikin sudah menjelaskan panjang lebar mengenai berbagai program kesehatan, termasuk program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di ribuan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Hal tersebut juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," kata Luhut.
Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah melakukan peningkatan terhadap sistem yang telah ada. Luhut menilai sektor kesehatan merupakan salah satu aspek dasar yang harus diperkuat dan serta pentingnya kerangka kerja sama internasional.
Ia mengingatkan pengalaman pandemi Covid-19 enam tahun lalu menunjukkan bahwa penanganan krisis kesehatan tidak dapat dilakukan sendiri. Tanpa kerja sama antarnegara, menurut dia, pandemi tidak akan bisa ditangani dengan baik.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memang tengah mendorong pengembangan GovTech berbasis AI sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan transformasi digital nasional.
Pemerintah berharap integrasi data dan digitalisasi layanan publik dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun mendatang.
(dec)




























