SpaceX anjlok 16% setelah mengumumkan rencana penjualan obligasi berperingkat investasi dalam aksi penggalangan dana yang diperkirakan bernilai sangat besar. Penjualan obligasi tersebut menjadi bagian dari gelombang pendanaan perusahaan-perusahaan yang mendorong ledakan industri kecerdasan buatan (AI). Alphabet Inc, Amazon.com Inc, dan sejumlah perusahaan lainnya telah menghimpun lebih dari US$300 miliar melalui instrumen utang terkait AI sejak November di berbagai pasar kredit. Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan roket tersebut berupaya menggalang dana sedikitnya US$20 miliar.
Laporan keuangan kuartalan Micron Technology Inc yang dijadwalkan rilis pada Rabu akan menjadi ujian penting untuk melihat apakah belanja AI masih mampu menopang reli saham perusahaan tersebut—yang telah melonjak lebih dari 300% sepanjang tahun ini—serta menjaga penguatan sektor teknologi secara keseluruhan.
Meski perkembangan geopolitik masih menjadi sumber volatilitas utama dalam jangka pendek, perubahan kepercayaan investor terhadap keberlanjutan reli AI juga dapat memicu gejolak pasar, menurut Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Chief Investment Office.
Ekspektasi tercapainya kesepakatan AS-Iran, kebangkitan kembali perdagangan berbasis AI, serta solidnya kinerja laba perusahaan telah mendorong indeks S&P 500 menguat 14% sepanjang kuartal ini. Namun, kinerja tersebut masih tertinggal dibanding lonjakan 26% yang dicatatkan indeks MSCI Asia Pacific. Indeks saham Taiwan, Korea Selatan, dan Nikkei 225 Jepang masing-masing telah melonjak sedikitnya 40%.
Sementara itu, obligasi pemerintah AS (Treasury) melemah pada Senin ketika perdagangan kembali dibuka setelah libur nasional di AS, meskipun harga minyak bergerak turun setelah Iran menyatakan telah terjadi “kemajuan besar” dalam pembicaraan semalam dengan AS. Para analis menyebut pernyataan bernada hawkish dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pekan lalu sebagai salah satu faktor yang memicu tekanan jual di pasar obligasi. Pelaku pasar kini menantikan data belanja konsumen AS pekan ini untuk melihat apakah sikap pasar yang semakin hawkish memang beralasan.
“Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed belum hilang, dan data PCE pekan ini akan menjadi ujian utama,” kata ahli strategi Pepperstone Group, Dilin Wu.
Beberapa pergerakan utama di pasar:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 relatif tidak berubah hingga pukul 09.52 waktu Tokyo.
- Kontrak berjangka Hang Seng naik 0,3%.
- Indeks Topix Jepang turun 0,3%.
- Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,1%.
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 turun 0,4%.
Mata Uang
- Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah.
- Euro stabil di US$1,1426.
- Yen Jepang relatif tidak berubah di level 161,61 per dolar AS.
- Yuan offshore relatif tidak berubah di level 6,7783 per dolar AS.
- Dolar Australia turun 0,2% menjadi US$0,6989.
Kripto
- Bitcoin turun 0,5% menjadi US$64.040,26.
- Ether turun 0,3% menjadi US$1.727,37.
Obligasi
- Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun relatif tidak berubah di 4,50%.
- Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun tetap di 2,670%.
- Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun turun satu basis poin menjadi 4,80%.
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,2% menjadi US$74,04 per barel.
- Harga emas spot relatif tidak berubah.
Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)






























