Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menilai industri seni pertunjukan internasional  yang digelar di Indonesia juga bisa mendongkrak ekonomi skala besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha secara bersamaan.

"Industri seni pertunjukan memiliki efek pengganda atau multiplier effect yang sangat luar biasa dalam menggerakkan perekonomian masyarakat secara langsung. Suksesnya konser berskala internasional ini otomatis membuka lapangan kerja baru dan menghidupkan subsektor lain seperti perhotelan, kuliner, hingga UMKM di sekitar venue," kata Irene saat mengapresiasi konser tunggal musisi Michael Wong bertajuk Lonely Planet 3.0 di Spike Airdome, PIK 2, Jakarta Utara, pada bulan Juni ini.

Belajar dari Efek Taylor Swift di Singapura

Dampak ekonomi konser musik sudah terbukti di negara lain. Salah satunya ketika Singapura menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menggelar enam konser The Eras Tour milik Taylor Swift pada 2024.

Survei Bloomberg menunjukkan para ekonom menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura pada kuartal pertama 2024 menjadi 2,9%. Ekonom DBS Bank Han Teng Chua memperkirakan konser Taylor Swift menyumbang sekitar S$225 juta hingga S$300 juta atau sekitar 0,2% terhadap produk domestik bruto (PDB) Singapura.

Belanja wisatawan asing selama konser berlangsung ikut mengerek sektor perhotelan, makanan dan minuman, serta ritel.

BTS Berpotensi Beri Dampak Serupa di Jakarta?

Indonesia pun berpotensi merasakan dampak yang sama. BTS dijadwalkan menggelar konser bertajuk Arirang di Jakarta pada 26, 27 dan 29 Desember 2026.

Antusiasme penggemar membuat konser yang semula hanya digelar selama dua hari ditambah menjadi tiga hari. Penjualan tiket untuk dua hari pertama bahkan telah habis terjual sebelum promotor membuka hari tambahan.

Menurut BBC, tur dunia BTS yang mencakup 85 pertunjukan di 34 negara diperkirakan menghasilkan pendapatan hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.

Sementara itu, tiga hari konser pembuka BTS di Stadion Goyang, Korea Selatan, dilaporkan menghasilkan sekitar 300 miliar won atau setara Rp3,5 triliun, meski angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh agensi BTS.

Efek Berganda ke Pariwisata

Konser berskala besar dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Bukan hanya dari penjualan tiket, tetapi juga dari okupansi hotel, penggunaan transportasi, konsumsi makanan dan minuman, hingga penjualan produk kreatif dan merchandise.

Karena itu, Presiden Prabowo melihat sektor pariwisata dan industri kreatif berbasis event sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong Danantara untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

"Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat," ujar Teddy.

(dec)

No more pages