"Hari ini selesai [didata dan disegel] untuk semuanya," ujar Syarief.
Sebelumnya, kejaksaan memastikan motor-motor listrik yang berada di sejumlah gudang tak akan disita sebagai barang bukti. Penyidik hanya menyita beberapa unit sebagai bukti terjadinya praktik korupsi berupa penggelembungan anggaran atau mark up.
"Kan tidak kita sita semuanya," kata dia.
Penyidik juga tercatat sudah menyegel dua gudang besar penyimpanan motor listrik BGN di Sentul dan Cikarang, Jawa Barat. Dari dua lokasi ini, penyidik menemukan 17.600 unit dari total 21.801 unit dalam proyek pengadaan tersebut.
Sebelumnya, BGN menggelar rapat dengan Komisi IX DPR tentang sejumlah hal pada program MBG; salah satunya evaluasi peruntukkan motor listrik. Dalam rapat tersebut, DPR dan BGN kabarnya setuju akan menghibahkan motor-motor tersebut kepada guru honorer di sejumlah wilayah.
Keputusan diambil pertama agar aset negara yang terlanjur dibeli meski melalui praktik lancung tak mangkrak dan rusak. Selain itu, hibah tersebut dinilai akan menjadi bentuk bantuan pemerintah kepada para guru honorer yang selama ini mengalami kesulitan transportasi.
(dov/frg)






























