Logo Bloomberg Technoz

Dalam pandangannya, indikator tersebut menunjukkan bahwa ruang fiskal Indonesia masih cukup memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjalankan berbagai program pembangunan.

Shan juga menyoroti pentingnya cadangan devisa sebagai bantalan menghadapi gejolak eksternal. Menurut dia, pemerintah terus memperkuat posisi eksternal melalui peningkatan cadangan devisa dan masuknya investasi asing langsung.

“Pemerintah terus membangun cadangan devisa hingga mencapai titik yang setara dengan sekitar 150 miliar dolar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan fiskal yang hati-hati perlu dipadukan dengan kebijakan moneter yang kredibel agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

“Pemerintah saat ini menggunakan perpaduan antara kebijakan fiskal dan moneter. Dan itu mungkin cara yang paling cerdas dan efektif untuk menjaga momentum perekonomian dalam jangka panjang,” ujar Shan.

Menurut dia, investor jangka panjang lebih memperhatikan kesinambungan kebijakan dan kemampuan pemerintah menjaga disiplin anggaran daripada fluktuasi pasar jangka pendek.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini berbeda dengan periode krisis ekonomi pada masa lalu karena sektor perbankan memiliki permodalan yang lebih kuat, likuiditas yang memadai, dan pengawasan moneter yang lebih baik.

“Cadangan devisa tergolong cukup tinggi, perbankan memiliki modal, mereka memiliki rasio kecukupan modal yang memadai. Likuiditas tinggi. Bank Sentral memegang kendali penuh atas pasar keuangan,” katanya.

Dengan kombinasi defisit yang terjaga, rasio utang yang rendah, serta cadangan devisa yang kuat, Shan menilai posisi fiskal Indonesia masih terkendali dan mampu menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Untuk informasi selengkapnya saksikan: Bloomberg Technoz Exclusive Interview: Menjaga Kepercayaan, Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI.


(red)

No more pages