Berdasarkan pengamatannya saat berada di Indonesia, restoran-restoran di berbagai lokasi masih ramai pengunjung.
“Restoran-restoran terisi 70 hingga 80% penuh,” kata Shan.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan masyarakat masih memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk membelanjakan pendapatannya.
“Ketika tingkat pendapatan masyarakat meningkat, ketika mereka memiliki lebih banyak pendapatan, mereka bersedia membelanjakannya,” ujarnya.
Selain sektor makanan dan minuman, Shan juga melihat aktivitas belanja di pusat perbelanjaan masih cukup tinggi.
Ia mengaku mengunjungi sejumlah lokasi seperti Grand Indonesia, Ritz-Carlton, dan Kempinski selama berada di Jakarta.
“Saya melihat sebagian besar orang dengan senang hati berbelanja, pergi ke restoran,” katanya.
Bagi Shan, aktivitas konsumsi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ekonomi domestik masih bergerak dengan baik.
Ia menilai konsumsi rumah tangga tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Ini adalah cara praktis dalam menganalisis ekonomi,” ujarnya.
Karena itu, Shan tidak sepakat dengan anggapan bahwa daya beli masyarakat secara umum sedang mengalami penurunan yang signifikan.
“Oleh karena itu, saya tidak setuju dengan anggapan bahwa tingkat pendapatan atau pola konsumsi menurun, kenyataannya itu sangat kuat,” tegasnya.
Menurut Shan, kombinasi pertumbuhan pendapatan, aktivitas konsumsi, dan investasi yang terus masuk masih menjadi fondasi penting bagi ekonomi Indonesia.
Untuk informasi selengkapnya saksikan: Bloomberg Technoz Exclusive Interview: Menjaga Kepercayaan, Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI.
(red)































