Logo Bloomberg Technoz

Shan membandingkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan sejumlah negara maju yang saat ini tumbuh jauh lebih lambat.

“Lihat saja Jepang, tumbuh di bawah 1%. Lihat Uni Eropa, tumbuh di bawah 2%. Lihat banyak negara maju lainnya,” katanya.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6% pada kuartal pertama menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

“Ekonomi Indonesia setelah kuartal pertama di level 5,6% adalah salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat secara global dan salah satu ekonomi teratas di kawasan ASEAN,” ujar Shan.

Meski demikian, ia memahami bahwa masyarakat cenderung menilai kondisi ekonomi berdasarkan pengalaman sehari-hari, seperti harga kebutuhan pokok, biaya hidup, atau kondisi usaha yang mereka jalankan.

Karena itu, menurut Shan, pemerintah perlu memperkuat strategi komunikasi agar berbagai capaian ekonomi dapat dipahami secara lebih luas.

“Strategi keterlibatan dengan masyarakat akan benar-benar memberi mereka keyakinan, terutama jika Anda membagikan angka-angka seperti yang kita bagikan mengenai PDB dan inflasi,” katanya.

Ia juga menilai Indonesia masih berhasil menjaga stabilitas harga dibandingkan banyak negara lain yang masih menghadapi tekanan inflasi.

“Saya masih melihat stabilitas harga di Indonesia jauh lebih baik daripada banyak negara Eropa yang sedang berjuang dengan stabilitas harga akibat harga minyak yang lebih tinggi,” ujarnya.

Bagi Shan, memperkecil kesenjangan antara persepsi dan realitas ekonomi menjadi salah satu tantangan penting yang perlu diperhatikan ke depan.

Untuk informasi selengkapnya saksikan: Bloomberg Technoz Exclusive Interview: Menjaga Kepercayaan, Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI.


(red)

No more pages