Logo Bloomberg Technoz

PLTU Paiton

PLTU Paiton terletak di Kecamatan Paiton, tepatnya di Desa Binor, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. PLTU ini menjadi salah satu penyumbang energi listrik terbesar di Pulau Jawa dan Bali, dengan luas mencapai sekitar 400 Hektare (Ha).

PLTU ini juga pernah disebut menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, dengan total kapasitas mencapai sekitar 4.600 MegaWatt (MW), yang mampu memasok hampir 10% kebutuhan listrik Pulau Jawa dan Bali.

Kompleks Paiton membentang di area seluas sekitar 400 hektare dan terdiri dari 8 hingga 9 unit pembangkit, yang dioperasikan dan dikelola oleh empat perusahaan energi berbeda; PT PLN, PT Paiton Energy, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dan PT Jawa Power.

PLTU Suralaya

PLTU ini berlokasi di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Dibangun pertama kali pada 1984, PLTU tersebut kini mempunyai total kapasitas mencapai sekitar 3.400 MW dengan total jumlah 7 unit.

PLTU ini dioperasikan langsung oleh PT PLN melalui anak usahanya, PT PLN Indonesia Power (IP). Pembangkit ke 8 dibangun pada Desember 2011 yang dikenal Suralaya Baru, yang diperkirakan berkapasitas hingga 1.000 MW.

Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

PLTU ini juga kembali menambah unit 9 dan 10 dengan masing-masing kapasitas sebebesar 1.000 MW, yang juga telah resmi beroperasi pada Oktober 2025 lalu. Dengan demikian, PLTU ini menjadi yang terbesar di Indonesia dengan total kapasitas mencapai lebih dari 6.000 MW.

PLTU Batang

PLTU ini berlokasi di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah dengan total kapasitas dengan tegangan yang berada pada angka 2 x 1.000 MW atau total 2.000 MW.

PLTU ini dioperasikan oleh tiga perusahaan konsorsium swasta yakni PT Alamtri Power (entitas Adaro Group); J-Power atau Electric Power Development; dan juga Itochu Corporation.

PLTU 7 Jawa

PLTU ini terletak di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang memiliki kapasitas sebesar 2x1.050 MW. Dengan demikian, total kapasitas terpasangnya adalah sebanyak 2.100 MW.

Dibangun pada 2016 lalu, PLTU ini dioperasikan oleh PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali). Pembangkit ini memanfaatkan teknologi Ultra Super Critical (USC) untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi. 

PLTU ini membantu aliran listrik di Jawa, Madura, dan Bali atau Jamali.

PLTU Cirebon 1 & 2

PLTU ini berlokasi di Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat. PLTU Cirebon 1 berkapasitas total 1x660 MW, yang dioperasika oleh PT Cirebon Electric Power, perusahaan konsorsium swasta antara Marubeni Corporation, Indika Energy, Korean Midland Power (KOMIPO), dan Samtan Corporation.

PLTU ini mulai dibangun pada 2008 dan beroperasi pada 2012.

Pada akhir 2017, Cirebon kembali membangun unit baru bernama PLTU Cirebon 2 dengan total kapasitas sebesar 1.000 MW. Dengan demikian, total kapasitas di wilayah operasi itu mencapai 1.660 MW.

PLTU tersebut dibangun oleh konsorsium yang sama dari PLTU Cirebon 1.

(dhf)

No more pages