Logo Bloomberg Technoz

Melesatnya IHSG hingga balik arah merupakan efek langsung dari menguatnya saham MORA hingga saham Astra International (ASII).

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (19/6/2026).

  1. Ekamas Mora Republik (MORA) menambah 23,44 poin
  2. Bank Central Asia (BBCA) menambah 21,19 poin
  3. Bayan Resources (BYAN) menambah 20,77 poin
  4. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menambah 6,2 poin
  5. Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) menambah 4,51 poin
  6. Merdeka Gold Resources (EMAS) menambah 2,33 poin
  7. Merdeka Copper Gold (MDKA) menambah 1,84 poin
  8. Mayora Indah (MYOR) menambah 1,79 poin
  9. Astra International (ASII) menambah 1,6 poin
  10. Vktr Teknologi Mobilitas (VKTR) menambah 1,37 poin

Adapun saham–saham unggulan LQ45 juga menjadi penopang penguatan IHSG, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang berhasil menguat 2,41%, dan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terapresiasi 1,66%.

Menyusul, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melesat di zona hijau dengan menguat 1,21%. Juga saham PT XLSmart Tbk (EXCL) menguat mencapai 1,18%.

Sementara sejumlah saham big caps jadi pemberat IHSG hingga menempati top losers.

  1. Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 20,99 poin
  2. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 12,58 poin
  3. Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 5,49 poin
  4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 4,73 poin
  5. Barito Pacific (BRPT) mengurangi 4,52 poin

Investor mencermati hasil rilis MSCI Accessibility Review 2026 utamanya untuk pasar saham Indonesia, di mana indikator utama masih berarah kepada status Indonesia tetap di Emerging Markets, namun memang risiko utama berasal dari adanya penurunan penilaian aspek arus informasi. 

Mengutip riset yang disusun Stockbit, kriteria pasar Indonesia masih salah satu yang terbaik di Emerging Markets Asia kendati aspek transparansi tetap disorot MSCI.

“Hanya China dan Malaysia yang secara umum lebih ‘lengkap’ dibanding Indonesia,” dikutip dari riset Stockbit. Selain itu, gap antara pasar Indonesia dengan Vietnam yang merupakan Frontier Markets juga masih lebar.

Di sisi lain, melansir Panin Sekuritas, investor juga mencermati keputusan RDG BI kemarin yang meningkatkan suku bunga 25 bps demi menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Kenaikan suku bunga BI Rate sejak Mei 2026 yang sudah naik secara kumulatif 100bps ke level 5,75%, membayangi laju IHSG.

(fad)

No more pages